PEMALANG, mediakita.co- Tepat pada tanggal 9 Februari di Indonesia, ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional (HPN).
HPN, mempunyai makna mendalam bagi setiap insan.
Tak terkecuali bagi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Ia pun memaknai HPN tahun 2026 ini sebagai penanda demokrasi yang sehat.
“Pers yang merdeka adalah sebagai penanda bahwa demokrasi sehat,” ujar bupati, Senin pagi (9/2/2026).
Terkhusus di Pemalang, kata dia, pers adalah pengingat pemerintah daerah.
“Bagi kami di daerah, pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi pengingat agar kekuasaan tetap berpihak pada kebenaran dan kepentingan rakyat,” tuturnya.
Ia juga berharap, agar insan pers yang ada di Pemalang dapat terus berada digaris terdepan memberikan fakta secara jujur dan juga kritis.
“Teruslah kritis, jujur dan berpihak pada fakta,” kata bupati.
Sebagai informasi, HPN ditetapkan secara resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1985.
Penetapan HPN pada setiap tanggal 9 Februari ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.
Perayaan HPN, juga bersamaan dengan lahirnya organisasi wartawan di Indonesia, yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Oleh: Arief Syaefudin











