Akhiri Musim Liburan, Objek Wisata Guci Ramai, Semrawut dan Kumuh ?
Akhiri Musim Liburan, Objek Wisata Guci Ramai, Semrawut dan Kumuh ?

TEGAL, mediakita.co- Kawasan wisata air panas Guci di Kabupaten Tegal, ramai dikunjungi wisatawan pada hari terakhir musim libur lebaran, minggu (17/7).  Memasuki kawasan Wana Wisata Guci, lalu-litas mobil dan kendaraan roda tumplek blek hingga menimbulkan kemacetan panjang.

Seorang pengunjung asal Sipait Pekalongan, Mustofa mengaku butuh waktu sekitar 1 jam untuk menempuh jarak sekitar 500 meter ke lokasi pemandian air hangat Wana Wisata Guci.

” Sikap tidak disiplin berlalu lintas, saling serobot dan tidak adanya aturan rute serta minimnya petugas lalu lintas menjadi sebab kemacetan itu saya kira,” ungkapnya.

Selain itu, kata Mustofa menambahkan, terbatasnya fasilitas umum seperti parkir dan terminal juga turut menyumbang kesemrawutan lalu-lintas disana.

Dia menambahkan, banyak sampah berserakan ditepi jalan dan ditempat tertentu yang tidak seharusnya membuat kesan kumuh. Bahkan petugas pelayanan di kawasan Wana Wisata juga nampak tidak standard, seperti asal-asalan.

” Perhutani seharusnya menentukan SOP bagi karyawan atau pekerja di lokasi wisata disana. Dengan tarif 15 ribu per orang untuk masuk objek Wana Wisata, saya kira cukup pantas untuk memperoleh standard pelayanan yang baik,” tambahnya.

BACA JUGA :  AWAS: Pasar Tradisional Berpotensi Menjadi Klaster Baru Penularan Covid-19

Kekurangan fasum seperti gasebo di lingkungan kolam pemandian, menambah deret kekurang nyamanan. ” kurangnya fasilitas tempat duduk disekitar pemandian, maka banyak pakaian dan perlengkapan mandi yang numpuk di taman sekitar pemandian. Ini jauh berbeda dengan objek wisata yang sama seperti Baturaden,” kisahnya.