Bawakan Tema Waspada Polarisasi di Ruang Digital, Kominfo dan Komisi I DPR Selenggarakan Webinar Literasi Digital

NASIONAL, mediakita.co- Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar seminar online melalui Zoom Meeting yang diberi nama “Ngobras (Ngobrol Asik) Literasi Digital.” Acara mengusung tema “Waspada Polarisasi di Ruang Digital,” berjalan lancar, Sabtu (3/2/2024).

Hadir dalam acara Ahmad Syaikhu (anggota Komisi I DPR RI), Semuel Abrijani Pangerapan (Dirjen Aplikasi Informatika – APTIKA), R. Wijaya Kusumawardhana (Staff Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya), serta Heryadi Silvianto (Dosen Komunikasi Strategis Universitas Multimedia Nusantara).

Dimulai pukul 16.00 acara berlangsung hingga 17.30 ini juga dihadiri berbagai kalangan. Peserta dari berbagai lapisan masyarakat antusias mendukung dan menyukseskan Program Literasi Digital yang digagas oleh Kementerian Kominfo.

Dalam seminar ini, para pembicara menyampaikan berbagai pesan penting terkait pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis Ahmad Syaikhu, sebagai anggota Komisi I DPR RI, menyoroti urgensi regulasi dan kebijakan untuk mendukung literasi digital di Indonesia. Dia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta.

Semuel Abrijani Pangerapan, selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA), membahas inisiatif konkret pemerintah dalam memerangi polarisasi informasi di ruang digital, termasuk program literasi digital, pengawasan konten, dan kampanye kesadaran masyarakat.

Bacaan Lainnya

Berbagai materi terkait wawasan seputar potensi polarisasi sosial. R. Wijaya Kusumawardhana, Staff Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya, memberikan wawasan tentang pandangan pemerintah terhadap polarisasi informasi dari sudut pandang sosial, ekonomi, dan budaya. Dia menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam menangani masalah ini.

Adapun Heryadi Silvianto seorang Dosen Komunikasi Strategis Universitas Multimedia Nusantara, berpendapat bagaimana literasi digital dapat ditingkatkan melalui pendidikan formal dan non-formal. Dia menekankan peran perguruan tinggi dalam membekali mahasiswa dan masyarakat dengan pengetahuan tentang penggunaan internet yang bijak.

Dari semua pembicara memberikan kesimpulan bahwa acara ini diadakan untuk mendorong masyarakat agar memahami dan memanfaatkan internet dengan bijak, memilah informasi yang bermanfaat, serta memotivasi peran orang tua dalam pendampingan pembelajaran di masa pandemi. Dengan harapan, masyarakat dapat lebih waspada terhadap informasi yang beredar di ruang digital dan memanfaatkan teknologi informasi secara positif.

Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak terkait upaya meningkatkan literasi digital di Indonesia. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta ekosistem digital yang sehat dan produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Acara ini juga menjadi ajang untuk merayakan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital dalam menghadapi tantangan di era digital saat ini.

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait