Begini Kondisi Terkini Korban Banjir Perumahan Dinar Indah Meteseh Kota Semarang
Jarak Sungai dengan Perumahan Dinar Indah

Semarang, mediakita.co – Warga Blok VII Perumahan Dinar Indah Semarang yang rumahnya terendam banjir (17/01/21 masih  bertahan di tempat pengungsian Balai RW dan Masjid setempat. Jumlah mereka lebih dari tiga puluh keluarga.

Setelah banjir surut warga perlahan membersihkan rumah mereka yang penuh dengan sampah akibat luapan Sungai Pengkol yang berada tepat di sisi perumahan yang hanya dibatasi tembok pembatas.

Terlihat peralatan warga masih bertebaran di mana-mana seperti pakaian, kasur, lemari dan peralatan rumah tangga lainnya yang masih penuh dengan lumpur. Beberapa yang masih bisa digunakan namun sebagian besar mengalami kerusakan parah. Juga terdapat beberapa kendaraan yang belum dibenahi dan kemungkinan besar mengalami kerusakan parah.

Kondisi Warga Di Pengungsian

Warga sejak semalam telah mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Semarang dan hari ini mendapat bantuan pelayanan kesehatan, bantuan alat berat untuk perbaikan tanggul, mobil Damkar untuk membersihkan lumpur dan lain-lain.

‘Kami sudah dapat bantuan dari pemerintah kota, hari ini ada pelayanan kesehatan, mobil Damkar untuk membersihkan lumpur dan alat berat untuk memperbaiki tanggul’ tutur Bagas salah seorang korban banjir

BACA JUGA :  PDP Corona Ini Meninggal Tertular Menantunya yang Mudik Dari Jakarta ?

Selain dari pemerintah, berbagai kalangan juga turut memberikan bantuan berupa pakaian, makanan, peralatan tidur, dll.

Aktivitas warga membersihkan rumah mereka

Ketika mediakita.co ke lokasi kejadian sebagian masyarakat sedang sibuk membenahi rumah mereka dan menyelamatkan barang yang masih bisa digunakan.

‘Semua barang-barang dalam rumah kami teremdam air, seperti kasur, pakaian, makanan, dll karena air datang tiba-tiba’ tutur salah seorang warga.

Seperti diketahui bahwa kawasan Blok VII Perumahan Dinar Indah selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan dan ketika aliran Sungai Pengkol meluap.

Menurut warga pemerintah dan pengembang seharusnya bertanggung jawab dan merelokasi warga karena telah melakukan kesalahan membangun di daerah aliran sungai. Namun meskipun warga telah memintanya berulang-ulang namun Pemerintah Kota Semarang belum juga memprioritaskannya.

‘Kami sudah memintanya berulang-ulang kepada pemerintah, tapi mungkin belum menjadi prioritas sehingga kami belum direlokasi’ tutur Ketua RT VI Blok VII Dinar Indah.

Meski demikian warga masih tetap bersabar untuk menunggu uluran tangan Pemerintah Kota Semarang agar mereka segera direlokasi.

Malam ini sebagian besar warga khususnya anak-anak dan ibu-ibu masih bertahan di pengungsian dengan peralatan seadanya sementara beberapa orang memaksa hembali ke rumahnya meski masih sangat memprihatinkan.

BACA JUGA :  Kuasa Hukum Bersyukur, Pelaku Penganiayaan MAR dan EHF Mulai Disidangkan

‘Kami sebagian besar masih menginap di sini malam ini, dan beberapa keluar memaksa pulang ke rumah’ tutur Bagas sekali lagi

Dalam pantauan mediakita.co (18/01/21) terlihat air disungai Pengkol lebih tinggi dari perumahan warga dan hanya dibatasi oleh tembok tipis setinggi kira-kira dua meter. Jadi hampir dipastikan akan selalu banjir jika air di sungai melimpah. Apalagi ditambah aliran air dari arah bukit kencana dan dinar mas yang selokannya tidak memadai. (prb/mediakita.co).