Benarkah Golongan Darah O Lebih Kecil Kemungkinan Teinfeksi Covid 19 Dibanding Golongan Darah A? Ini Penjelasannya.
Eva Dipanti Tumba (Trainer Parenting dan Golongan Darah)

Nasional, mediakita.co – Para Peneliti yang dipimpin Wang Xinghuan bekerjasama dengan Centre for Evidence-Based and Translational Medicine di Zhongnan Hospital of Wuhan University mengungkapkan bahwa Golongan Darah A paling rentan terjangkit virus covid 19 sedangkan golongan darah O risikonya lebih rendah terinfeksi virus covid 19.

Berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan dua ribu pasien memberikan rekomendasi bahwa orang – orang  yang bergolongan darah A mungkin perlu secara khusus memperkuat perlindungan diri agar mengurangi kemungkinan terinfeksi covid 19.

Namun penelitian tersebut masih menyisahkan pertanyaan, mengapa golongan darah O lebih rendah terinveksi virus corona dibandingkan dengan golongan darah A?

Menurut Penelitian ABO World Japan yang meneliti hubungan protein dalam darah dengan kesehatan menemukan bahwa antibodi manusia itu terdistribusi dalam cairan tubuh salah satunya dalam cairan saliva (cairan ludah). Para Peneliti mengungkapkan bahwa saliva atau air liur 80 persen mengandung antigen yang bisa menangkal bakteri dan virus yang masuk kedalam tubuh.

Berikut distribusi antigen dalam cairan tubuh menurut ABO World Japan: Saliva 80%, Esophagus 70%, limpa 30%, Sel darah merah 80%, Lambung 100%, sperma 70% dan cairan usus kecil 70%.

BACA JUGA :  Direktur Komunikasi BIN: Polemik Senjata Sudah Selesai

Adalah Eva  Dipanti Tumba seorang Pembicara dan Trainer tentang Parenting dan Golongan Darah mengungkapkan analisisnya bahwa orang yang bergolongan darah O produksi air liurnya (saliva) lebih banyak dibandingkan dengan golongan darah A, demikian dengan golongan darah B karena itulah mereka memiliki daya tahan tubuh lebih kuat dibanding dengan golongan darah A.

‘Orang golongan darah O dan B itu produksi salivanya lebih banyak dibanding dengan golongan darah A, karena itulah mereka memiliki kemampuan lebih menangkal bakteri dan virus yang masuk melalui mulut dan saluran nafas’ ungkap Eva.

‘Selain itu produksi air liur orang yang bergolongan darah O dan B yang lebih banyak menyebabkan cara makan dan berpikirnya lebih cepat dibanding dengan golongan darah lainnya seperti A’ ungkap Eva selanjutnya.

‘Seperti kita ketahui bahwa Covid 19 menular melalui mulut, saluran nafas dan mata, bahkan bertahan lama dikerongkongan jadi bisa dibayangkan jika air liur kurang, padahal air liur mengandung antigen untuk menangkal. Jadi saat air liur kurang maka akan cepat terinfeksi virus, itulah yang terjadi bagi mereka yang bergolongan darah A’ jelas Ketua Yayasan Cerdas Cemerlang asal Kutai Timur tersebut.

BACA JUGA :  PSBB Kabupaten Tangerang Diperpanjang Lagi hingga 26 Juli 2020, Ini Penjelasanya.

Eva juga menjelaskan bahwa, ‘Mengerti golongan darah bukan hanya membantu kita bisa menjaga kesehatan dengan baik. Tetapi juga dapat digunakan sebagai dasar dalam mendidik anak, membangun relasi dan komunikasi bahkan menentukan posisi seseorang pada pekerjaan tertentu. Bahkan golongan darah dapat digunakan untuk menentukan posisi pemain dalam permainan sepakbola”.

Eva mengungkapkan bahwa saat ini ia membantu Timnas Garuda Indonesia sebagai konsultan membantu pelatih menentukan posisi pemain berdasarkan golongan darah.

Eva berharap dengan adanya temuan ini penanganan covid 19 di Indonesia bisa dilakukan juga dengan pendekatan golongan darah.

Eva berucap, ‘nasib sebuah bangsa bisa ditentukan berdasarkan pemetaaan golongan darah. Itulah yang dilakukan Jepang, mereka menjadi sangat maju salah satunya ditunjang dengan pendekatan golongan darah dalam mendidik generasi mereka’.

Dalam hal Covid 19 Eva berucap bahwa golongan darah apa pun semua ada kemungkinan bisa terinfeksi karena itu yang lebih utama adalah tetap menjaga kebugaran tubuh, hindari kontak dengan penderita dan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat.