Berputar-putar Di Pulau Kisar, Menemukan Dinding Gua Bergambar

LITERAKITA, mediakita.co – Pulau Kisar merupakan satu pulau kecil yang berada di wilayah Kab. Maluku Barat Daya. Di Pulau Kisar sendiri terbagi ke dalam dua kecamatan, yakni Kec. Kisar Utara dan Kec. Pulau-Pulau Terdepan. Kec. Kisar Utaraterdiri atas tiga desa, yaitu: 1) Desa Nomaha, 2) Desa Pur-Pura dan 3) Desa Lebelau. Sementara Kec. Pulau-Pulau Terselatan terdapat enak desa, yaitu: 1) Lektoor, 2) Oirata Barat, 3) Oirata Timur, 4) Abusur, 5) Kotalama dan 6) Wonreli.

Secara geografis Pulau Kisar terletak pada lokasi terdepan wilayah Provinsi Maluku yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pulau berpenduduk tidak lebih dari 20 ribu jiwa ini, didominasi oleh perbukitan dan batu karang sehingga terkesan gersang dan tandus. Pada pesisir pantai banyak terdapat tebing-tebing karst yang terbentuk akibat pengangkatan permukaan bumi pada masa lalu.

Pulau Kisar: Penduduk Asli Dan Hasil Bumi

Terdapat beberapa versi mengenai penduduk asli ulau Kisar. Sejarah masuknya orang Belanda masih kabur, semenntara terdapat kisah hunian pertama Pulau Kisar adalah wewiku-wehali mereka berasal dari wilayah Belu Selatan yang saat ini berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pada tahun 1896, Belanda sudah memasukkan Kisar dalam Onderafdeeling Zuid Wester Eilandon di Serwatu, Pulau Leti. Tahun 1912 pusat pemerintahan dipindahkan ke Wonreli pada masa kepemimpinan Luitnan Gesegheber B.H. Trestege. Tahun 1925, Onderafdeeling Zuid Wester Eilandon dialihkan ke Maluku dari Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA :  Syekh Hamzah Fansuri : Penyair Sufi Tanah Rencong

Saat ini, banyak orang mengenal Pulau Kisar karena buah jeruknya atau lebih dikenal sebagai Lemon Kisar. Di NTT dan di Maluku, Lemon Kisar sangatlah dikenal karena manis. Namun, hasil bumi lainnya di Pulau Kisar sangatlah beragam, selain buah-buahan juga kacang-kacangan.

Keseharian penduduk Pulau Kisar menjadikan jagung sebagai makanan utamanya.

Rock Art

Hal menarik menarik di Pulau Kisar adalah temuan rock art atau lukisan dinding batu. Hasil penelitian Australian National University (ANU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2014-2017 menunjukkan setidaknya terdapat 29 situs gua yang ada lukisan dinding batu (rock art)-nya. Menurut Sue O’Connor, paling tidak rock art di Kisar berasal dari 15.000 tahun lalu.

Jenis rock-art yang terdapat di dinding-dinding gua memiliki beberapa corak, seperti berbentuk manusia (anthropomorphic), bentuk hewan (zoomorphic), perahu, cap tangan negative, gambar bulatan (matahari) dan motif geometris. Warna lukisan didominasi oleh warna merah dan hitam.

Di Indonesia budaya rock-art ditemukan pertama kali di Wilayah Maluku, yaitu di Kep. Kei dan Teluk Seleman, Pulau Seram. Kemudian rock-art mulai ditemukan di tempat lain seperti: Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Maluku sendiri.

BACA JUGA :  Si Jamin Si Johan

Rock-art di Kalimantan diketahui berumur 40.000 th lalu, sedangkan di Sulawesi 44.000 tahun lalu, dan bagaimana dengan rock-art di Pulau Kisar?

Penelusuran rock-art di Pulau Kisar memerlukan kajian lebih mendalam, mengingat di Lembata (NTT) Timor Leste ditemukan rock-art, termasuk di Australia. Kajian secara kronologis bisa dilakukan dengan membandingkan pola lukisan di wilayah sekitar Pulau Kisar. Hal ini bisa menempatkannya dalam sejarah perkembangan budaya rock-art yg berkembang di Asia Tenggara dan Pacifik.

Namun demikian, kondisi kultural di Pulau Kisar yang letaknya berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia, membuka kesempatan yg besar bagi komunikasi budaya dari masa ke masa. Dan, jika dilihat secara visual, sangat kentara bahwa terdapat persamaan budaya yang sangat kuat antara Pulau Kisar dengan wilayah NTT. Kesamaan terlihat pada pembuatan kain adat, budaya tradisional sambut tamu dan keluarga, dan juga bahasa.

Penulis : Bambang Sugiyanto
Editor : Haris Shantanu