Coba Lihat, Ini Hikmah Penciptaan Iblis dan Setan (Bagian 2)
Hikmah penciptaan iblis dan setan

“Manusia mengenal kebaikan setelah ia mengenal setan”

CIPUTAT, mediakita.co — Pakar Alquran Prof Quraish Shihab menjelaskam, sungguh tepat ungkapan manusia mengenal kebaikan setelah ia mengenal setan. Bagi manusia atau jin kebaikan bukan sekedar ketiadaan keburukan, bukan juga sekedar menjauhi keburukan atau ketidakmampuan melakukannya.

Kebaikan dalam konteks ujian Allah ialah kemampuan melakukan yang baik dan yang buruk, kemudian memilih untuk melakukan yang baik di tengah rayuan.

“Di sanalah terletak keunggulan manusia atas malaikat sehingga mereka diperintahkan sujud kepad Adam.” Tulis Prof Quraish dalam karyanya Setan dalam Alquran.

Jika demikian adanya setan sebagai penggoda merupakan keniscayaan yang diakibatkan oleh kehendak Allah menguji manusia. Karena itu pula, manusia tidak dapat melihat setan atau jin, paling tidak dalam bentuk aslinya. Bagaimana mungkin ia diperlihatkan kalau tujuan penciptaanya adalah ujian?

Apakah anda menduga ada yang akan mengikuti atau memperkenankan ajakannya, jika diketahui bahwa yang diikuti dan mengajak adalah musuh yang akan menjerumuskan? Pasti tidak aka ada.

BACA JUGA :  Gubernur Imbau Warga di Luar Desa Rawan Bencana Gunung Agung Pulang

Selanjutnya dijelaskan, keberadaan setan perayu dan penggoda ialah kehendak Allah jua. Bacalah firman Allah: “ Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).

Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengajarkannya. Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan” (QS. Al-An’am {6}: 112).