Crisis Centre Gereja Toraja Gerak Cepat Galang Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

TORAJA, mediakita.co – Gempa bumi 6,2 SR yang memporak-porandakan Mamuju dan Majene (14/1/2021) menggugah hati masyarakat Toraja untuk turut meringankan beban para korban.

Selang beberapa jam setelah kejadian gempa yang sudah menelan korban lebih dari empat puluh orang tersebut Crisis Center Gereja Toraja bergerak cepat menggalang bantuan untuk para korban gempa Sulbar.

Bantuan terus mengalir dan sudah mulai disalur hari ini langsung dari Toraja ke Mamuju dan Majene melalui jalur darat. Ada berbagai jenis bahan kebutuhan yang disalurkan pada gelombang pertama tersebut berbagai bahan makanan dan kebutuhan lainnya.

“Hari ini, 16 Januari 2021 Tim Crisis Centre Gereja Toraja menyalurkan bantuan tahap pertama ke Mamuju. Tim Crisis Centre berangkat dari Posko Peduli Sulawesi Barat di Halaman Tonggkonan Sangullele Kantor BPS Gereja Toraja”, rilis infokom BPS Gereja Toraja

Pdt. Musa Salusu, M.Th. (Ketua umum BPS Gereja Toraja) yang melepaskan langsung bantuan tersebut menyatakan, “Penyaluran bantuan ini adalah bentuk kepedulian Gereja Toraja atas peristiwa yang dialamai oleh masyarakat di Mamuju dan Majene – Sulawesi Barat”.

BACA JUGA :  Jokowi Bicara PKI, Novanto Segera Pulang dari RS?

Pdt. Musa Salusu juga menyampaikan terima kepada semua warga Toraja khususnya warga jemaat Gereja Toraja atas partisipasinya dan kepercayaannya kepada Crisis Center Toraja meringankan beban para korban gempa di Sulbar.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari berbagai pihak sehingga logistik bisa terkumpul dan dipercayakan kepada Tim Crisis Centre Gereja Toraja untuk menyalurkannya ke saudara-saudara Kita yang ada di Mamuju dan Majene – Sulawesi Barat”, ucap Pdt. Musa Salusu.

Crisis Centre Gereja Toraja adalah bidang Diakonia Pelayanan Gereja Toraja yang dibentuk untuk berbagi dan membangun harapan bagi masyarakat yang tertimpa kemalangan seperti bencana alam.

Gempa Sulbar menyebabkan lebih lima belas orang mengungsi dan kehilangan tempat tinggal, ratusan luka-luka dan lebih dari empat puluh orang meninggal dunia. (Prb/mediakita.co).