Desa Malaka Menuju Desa Inklusif

DAERAH, mediakita.co – Dalam upaya mengimplementasikan UU No 6 Tentang Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Univesritas Gadjah Mada (UGM) dan Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) menginisiasi adanya Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pencapaian Desa Inklusif. Salah satu Desa yang menjadi pilot adalah Desa Malaka,Kec.Pamenang, Kab.Lombok Utara,Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan Bimtek di Desa Malaka diselenggarakan pada tanggal 26-27 Novenber 2020, bertempat di Aula Pondok Pesantren Nurul Yakin, Desa Malaka. Peserta Bimtek sebanyak 30 orang yang berasal dari aparatur desa, BPD, Kepala Dusun, Tokoh Masyarakat, dan kelompok perwakilan masyarakat penyandang difabilitas.

Menuju Desa Inklusif

Lokasi strategis Desa Malaka yang berada di jalur wisata Senggigi, menjadikan Malaka sebagai desa yang relatif terbuka, dan bersinggungan dengan berbagai unsur budaya luar. Dan, dengan kondisi tersebut, baik Kemendes PDTT, UGM dan Kagama berkomitmen berkerjasama dengan Desa Malaka untuk mengembangkan program untuk tercapainya Malaka sebagai desa yang infklusif.

Pencapaian desa yang inklusif membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak, maka untuk pengembangan tersebut dilakukan penandatanganan MoU antara Kagama NTB dengan berbagai pihak yaitu Universitas Mataram, Universitas NU NTB, PWNU NTB, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Universitas Pendidikan Mandalika, dan STIE AMM. Muatan MoU adalah kerja sama peningkatan ketahan pangan, pariwisata, dan tentu saja intinya pembangunan desa inklusif.

BACA JUGA :  Firli Bahuri : Kemendes dan Dana Desa Terbaik Pencegahan Korupsi

Desa inklusif mengedepankan pendekatan Desa untuk semua warga desa, tanpa kecuali. Kesetaraan warga mencakup seluruh masyarakat desa, baik perempuan dan anak, penyandang difabilitas, masyarakat miskin, transgender, Orang Dengan HIV/ Aids (ODHA), dan tidak membedakan orang berdasarkan suku, agama dan ras (SARA).

Menurut Iklinuddin (56 tahun) salah seorang peserta Bimtek, “Kami sangat berterima kasih atas pembelajaran ini. Kami semakin mengerti. Dan, Kami berharap pihak Kementerian Desa bisa memfasilitasi studi banding ke Desa yang sungguh-sungguh sudah menerapkan desa inklusi ini,” harap Iklinuddin selepas acara Bimtek.

Analisa Sosial

Salah satu materi yang disampaikan dalam Bimtek tersebut adalah Analisa sosial. Materi ini mengajak peserta untuk mencari faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya pengucilan atau eksklusi di masyarakat serta pengaruh kekuasaan dan pengambilan keputusan di desa.

Melalui dinamika yang dikembangkan dalam Bimtek tersebut, menjadikan peserta relatif mudah memahami. Agus Ramli selalu perwakilan dari PP Kagama yang turut hadir mengawal pelaksanaan Bimtek menyatakan, “Penyampaian materi yang interaktif menjadikan proses pembelajaran terasa mudah dan menyenangkan.”

BACA JUGA :  Waspada ! Perlintasan Kereta Api Tak Berpalang Pintu

Di penghujung Bimtek, peserta menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang diharapkan akan menjadi panduan dalam menyusun program berikut langkah-langkah teknis dalam upaya menjadikan desanya mampu mengimplementasikan prinsip inklusi dalam system pembangunannya.

Penulis : Harshan/mediakita.co