Didi Kempot Berpulang, Ganjar Pranowo Sedih Kehilangan Sang Maestro yang Fenomenal

Bagikan Artikel

JAWA TENGAH, mediakita.co – Dunia hiburan kembali berduka dengan meninggalnya Dionisius Prasetya atau Didi Kempot (5/5/2020). Pelantun lagu, ‘ambyar’ tersebut diberitakan meninggal pagi ini di RS Kasih Ibu Solo. Didi Kempot meninggal diduga karena kelelahan.

Kepergian The Godfather of Brokenheart tak hanya membuat Sahabat Ambyar berduka, tetapi juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar dalam akun twitternya mengunggah kenangannya bersama  penyanyi campur sari tersebut. Ganjar menyebut Didi Kempot mengisi ruang kebahagiaan.

‘In memoriam Didi Kempot Mas Didik mengisi banyak ruang kebahagiaan’ cuit https://twitter.com/ganjarpranowo

https://twitter.com/ganjarpranowo/status/1257570855288098817?s=20

Cuitan Ganjar tersebut disertai video berdurasi 1,5 menit yang berisi kebersamaan dirinya dengan Didi Kempot.

Menurut Ganjar ia beberapa hari tak pernah mendengar bahwa Didi Kempot sakit, bahkan ada rencana untuk membuat acara bersamanya namun tiba – tiba kabar duka yang datang bahwa Didi Kempot berpulang.

‘Saya beberapa hari tidak pernah mendengar bahwa Mas Didi Kempot sakit. Bahkan beberapa kawan, bahkan rencananya akan membuat acara bersama – sama dengan saya begitu. Mengejutkan memang, saya berdoa semoga beliau khusnul khotimah’ tutur Ganjar/

BACA JUGA :  Meriahnya Karnaval Budaya Pramuka di Bumi Perkemahan Martoloyo Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal

Ganjar mengaku bahwa ia sudah mengenal almarhum cukup lama bahwa ia adalah seniman yang sangat merakyat dan seniman yang tahu bagaimana berkreasi dengan dunia yang sudah modern.

Menurut Ganjar Didi kempot berhasil mengubah lagu – lagu tradisional campursari yang disebut banyak orang ‘katro’ menjadi music yang sangat digemari masyarakat dan semua kelompok.

“Saya kenal juga sudah cukup lama. Seniman yang sangat merakyat. Seniman yang mengerti bagaimana berkreasi dengan dunia yang sudah modern dengan lagu – lagu campursarinya, yang biasanya orang bicara, katro, itu music tradisional. Ternyata bisa dibuat jadi sebuah music yang sangat populer. Bisa digemari oleh masyarakat  dan bisa menembus kelompok – kelompok, yang biasanya dalam bermusik, ada yang suka, oh saya pendidikannya tinggi, biasa tidak suka music yang seperti itu tetapi hari ini disapu semuanya dan menjadi sangat fenomenal’ tutur Ganjar.

Ganjar mengaku kehilangan seorang maestro yang mampu membawa musik tradisional digemari di seluruh dunia.

‘Beliau seorang maestro yang mampu membawa musik tradisional, musik daerah sampai kemudian bisa digemari di seluruh dunia. Sehingga kita kehilangan betul’ ucap Ganjar dengan sedih. Selamat jalan Sang Maestro.

BACA JUGA :  Polres Kaimana Sosialisasi Road Safety Millenial Festival di SMK Negeri 2 Kaimana Papua Barat

https://www.youtube.com/watch?v=grfPfb9FV3s&feature=youtu.be

 

 

 

 

Next Post

Jokowi Teken Perppu Pilkada 2020 Bulan Desember, Ini Catatannya

Rab Mei 6 , 2020
Bagikan ArtikelJAWA TENGAH, mediakita.co – Dunia hiburan kembali berduka dengan meninggalnya Dionisius Prasetya atau Didi Kempot (5/5/2020). Pelantun lagu, ‘ambyar’ tersebut diberitakan meninggal pagi ini di RS Kasih Ibu Solo. Didi Kempot meninggal diduga karena kelelahan. Kepergian The Godfather of Brokenheart tak hanya membuat Sahabat Ambyar berduka, tetapi juga Gubernur […]
Presiden Jokowi Teken Perppu Pilkada 2020 Bulan Desember, Tapi Ini Catatannya