Digempur Pandemi Covid-19, Penjualan Karya Seni Andalkan Pameran

BREBES, mediakita.co – Puluhan seniman di Kabupaten Brebes memamerkan karya lukis di Rest Area B260 Banjaratma Kecamatan Bulakamba, Kamis (20/5). Langkah para seniman memamerkan karya lukis di rest area heritage ini memanfaatkan moment arus balik Lebaran, untuk penjualan karya seni. Penjualan karya seni di tengah pandemi Covid-19 ini hanya memanfaatkan pameran.

Seniman Brebes, Janoro Arya Sungsang mengaku, untuk penjualan karya lukisnya selama ini hanya mengandalkan moment-moment tertentu seperti bazar atau pameran. Sehingga untuk penjualan lukisan ini tak menentu. Apalagi saat pandemi Covid-19 yang sudah berdampak pada penjualan karya lukis selama dua tahun belakangan.

“Untuk karya lukis saya selama pameran ini sejak 7 Mei kemarin belum ada yang terjual. Tapi karya teman-teman saya sudah ada yang terjual. Artinya, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini masih ada masyarakat yang mengapresiasi,” kata Janoro Arya Sungsang, Kamis (20/5).

Janoro mengungkapkan, untuk penjualan karya lukis dalam pandemi Covid-19 seperti ini untuk sehari-harinya mesti bersabar. Para seniman pun berharap kepada pemerintah yang selama ini mendengung-dengungkan tentang ekonomi kreatif turut berperan aktif untuk memasarkan produk-produk atau karya seniman.

BACA JUGA :  Tertinggi, Penambahan Positif Corona Hari Ini Hampir 1.000, Ini Sebabnya

“Selama ini kami berdaulat. Artinya teman-teman seniman menyelenggarakan event pameran atau bazar sendiri untuk menjual karya seninya,” lanjut dia.

Pemeran yang digelar sejak 7 Mei dan ditutup pada 30 Mei ini baru bisa menjual 13 lukisan dengan nilai transaksi kurang lebih Rp5 juta. Pameran ini diikuti kurang lebih 20 seniman dari Kabupaten Brebes. Mereka hanya mengandalkan monent arus balik Lebaran untuk pemudik yang beristirahat di Rest Area B260 Banjaratma.

“Kebanyakan untuk transaksi itu malam hari sekitar pukul 12.00 sampai pukul 03.00 pagi. Yang membeli para pemudik yang istirahat di sini. Mereka masih antusias untuk membeli karya lukis,” tambahnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Brebes, Wijanarto mengatakan, pameran ini diikuti kurang lebih 20 seniman dari Kabupaten Brebes. Sebelumnya pameran lukisan sudah dua kali digelar untuk tingkat nasional yang digelar pada bulan Desember.

“Pameran kali ini hanya diikuti seniman Brebes dan memanfaatkan moment Hari Lebaran. Ini peluang yang bisa kami tangkap karena perupa-perupa termasuk seniman lukis ini di Kabupaten Brebes cukup bergeliat. Ini juga bagian dari ekonomi kreatif yang harus mendapat dukungan pemerintah,” katanya.

BACA JUGA :  Penasehat IDI Kembali Soal Keterbukaan Data Wilayah, Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat Bukan Sigma Buruk ? Ini Alasanya

Pihaknya berharap para pimpinan SKPD dan BUMD di lingkungan Pemkab Brebes bisa meninjau dan membeli karya para seniman Brebes. Sebab di tengah sektor wisata di tengah pandemi Covid-19 ini yang lesu, pameran ini menjadi alternatif untuk menggaungkan ekonomi kreatif yang bisa menolong para seniman.

Sebagai SKPD yang menaungi para seniman, lanjut Wijanarto, pihaknya terus berkolaborasi dengan para seniman dan Dewan Kesenian Brebes dalam upaya membangkitkan semangat para seniman atas gempuran pandemi Covid-19. Sebab, di lihat dari sisi mansion, seniman cukup terdampak di sektor ekonomi.

“Ekonomi kreatif bukan hanya ada pada sektor usaha kecil saja. Tapi karya seniman ini juga bagian dari ekonomi kreatif. Oleh karenanya kami berharap pemerintah bisa berperan untuk membeli karya seni mereka maupun membantu memasarkan. Selama ini memang pemerintah terus mendengungkan soal ekonomi kreatif tanpa memberi dukungan berarti,” pungkasnya. (jun/dn/mediakita.co)