Fadli Zon Kritik Peta Pendidikan Nasional, Netizen: Itulah Kekecewaan Kami Pada Gerindra
Fadli Zon Waktu SMA (Foto:SindoNews)

NASIONAL, mediakita.co – Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Fadli Zon menyampaikan kritiknya terhadap hilangnya frase agama, Pancasila dan Bahasa Indonesia dari mata kuliah wajib di perguruan tinggi.

‘Hilangnya Pancasila dan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah wajib di perguruan tinggi dalam peraturan pemerintah (PP) No 57 Tahun 2021 tentang standar nasional Pendidikan mengingatkan kita pada hilangnya frasa agama dalam draf peta jalan Pendidikan tahun 2020-2035 yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga tak heran jika sejumlah kalangan menilai ini adalah sebuah bentuk kesengajaan’ tutur Fadli melalui akun youtube pribadinya.

Pernyataan Fadli tersebut yang juga dipost di akun twitternya mendapat respon beragam dari netizen. Banyak netizen yang mendukung pernyataannya Fadli tersebut namun ada pula yang menunjukkan kekecewaannya kepada Fadli dan Partainya Gerindra.

Hal itu diungkap netizen bernama Iwan Kasinder. Iwan mengungkapkan kekecewaannya karena penghianatan yang dilakukan oleh Gerindra karena meninggalkan mereka dari perjuangan yang selama ini mereka bangun bersama.

“Itu slh satu penyebab kekecewaan kami terhadap @Gerindra kita berjuang tp stlah itu kami di tinggalkan bahkan ulama2 kami di kriminalkan bahkan seorang @Dahnilanzar ikut melecehkan beliau’ cuit Iwan Kasinder melalui akun twitternya https://twitter.com/IwanKasinder

BACA JUGA :  Jateng di Rumah Saja, 6 - 7 Februari 2021

Ia juga mengungkapkan keputusasaannya karena perjuangannya tak lagi ada yang mendengar.

‘Jd skrg apa yg bisa kita perjuangkan lg pak?sementara suara km sdh tdk ada lg yg mendengar’ cuitnya lagi

Selain itu ada juga netizen yang menganggap bahwa keputusan pemerintah tersebut sudah tepat. Menurutnya hal tersebut sudah cukup dipelajari di tingkat SD hingga SMA.

‘Bos masa sampai tua harus belajar itu terus..? Cukup di SD SMP SMA, masih kurang lama..? Otak kebo kali’ cuit https://twitter.com/Dhani56205218

‘Palingan Lo bilang ini berbahaya, ini kesalahan fatal gw udh hafal’ cuit akun https://twitter.com/Antikadrun9

Ada pula yang menyayangkan sikap Fadli tersebut yang hanya bisa bertanya di twitter.

‘Kok bisa nanya di Twitter’ cuit akun https://twitter.com/fdidik (Prb/mediakita.co)