PEMALANG, mediakita.co- Belakangan ini marak terjadi fenomena alam tanah bergerak di sekitar Kabupaten Pemalang.
Peristiwa tersebut pertama kali terjadi di Kabupaten Tegal, tepatnya di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara.
Tanah bergerak itu mengakibatkan setidaknya ada 464 rumah warga di Desa Padasari rusak.
Kemudian, tanah bergerak juga terjadi beberapa kali di Kabupaten Pekalongan pada rentang waktu dari bulan Januari-Februari 2026.
Guna mengantisipasi fenomena tanah bergerak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang siap untuk melakukan pemetaan.
Rencananya, pada pemetaan itu bakal melibatkan pihak profesional.
“Ke depan kita berupaya untuk melakukan pemetaan dan tentunya kita akan menggandeng tenaga profesional,” ujar Agus Ikmaludin Kepala Pelaksana BPBD Pemalang, Kamis (12/2/2026).
Dengan adanya aktivitas tektonik, maka BPBD Pemalang juga akan melakukan kajian.
Hal itu merupakan bagian dari langkah mitigasi kebencanaan.
“Karena muncul aktivitas pergerseran lempeng bumi atau aktivitas tektonik di sekitar Pemalang, maka kita perlu melakukan kajian yang mana adalah bagian dari langkah-langkah pencegahan ataupun mitigasi,” tuturnya.
Sebagai informasi, Pemalang dilintasi oleh sesar aktif yang di Pulau Jawa.
Sesar yang melintasi wilayah Pemalang, yaitu Baribis-Kendeng merupakan sesar aktif sepanjang 9 km yang berpotensi memicu gempa bumi dangkal di wilayah Jawa Tengah.
Sesar ini merupakan bagian dari zona patahan naik yang membentang dari Jawa Barat hingga Jawa Timur dan berisiko tinggi karena struktur tanah lunak di wilayah Pantura (Pantai Utara Jawa).
Oleh: Arief Syaefudin











