Hoax Ajakan Penarikan Dana, Ini Komentar OJK
OJK (Foto: Pasardana.id)

NASIONAL, mediakita.co,- Beredarnya informasi yang menyesatkan mengenai ajakan untuk melakukan penarikan dana di perbankan, mendapat perhatian khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam siaran persnya, (Rabu, 01/06/2020), OJK meminta masyarakat mewaspadai informasi tersebut.

“Berdasarkan data OJK Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman. Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16% (di atas ketentuan), sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid/ non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 123,2% dan 26,2% jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%,” ungkap OJK.

OJK sendiri telah melaporkan informasi yang tidak benar tersebut ke Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara, karena muatan ajakan itu dianggap telah meresahkan masyarakat.

“Sesuai Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), para penyebar hoax diancam hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar,” lanjut OJK.

ajibpol

OJK menghimbau agar masyarakat untuk senantiasa memastikan informasi tentang keuangan yang diterima adalah informasi yang benar dan valid dengan menghubungi OJK. (sf/mediakita.co).

BACA JUGA :  PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Lagi, Ini 3 Kelonggaran Terbarunya