Ini 3 Tradisi Baru dan Unik Perayaan Syawalan di Jawa Tengah
Ini 3 Tradisi Baru dan Unik Perayaan Syawalan di Jawa Tengah

Jawa Tengah, mediakita.co-Gegap gempita masyarakat yang merayakan Lebaran telah berlalu. Disebagian masyarakat jawa, masih tersisa satu agenda, yaitu tradisi Syawalan yang datang setiap tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri.

Sebagian masyarakat Jawa Tengah, menyebut Syawalan ini dengan kata Lebaran Ketupat. Karena datangnya hari istimewa ini ditandai dengan pesta memotong ketupat.  Tak kalah heboh, Perayaan Syawalan juga kini berkembang dijadikan sebagai wahana rekreasi keluarga.

Beberapa tempat yang menjadi pusat perayaan Syawalan, seperti Pemalang, Pekalongan, Kaliwungu, Demak, Jepara dan Rembang, pun tumpah ruah dikunjungi orang.

Dalam perkembangannya, perayaan syawalan melahirkan tradisi baru. Dirangkum dari berbagai sumber, mediakita.co mentatat tradisi unik baru pada perayaan syawalan ditiga (3) kota Jawa Tengah, yaitu Pekalongan dan Magelang.

1. Tradisi bakar bandeng masal di Pemalang

Ini 3 Tradisi Baru dan Unik Perayaan Syawalan di Jawa Tengah
Ini 3 Tradisi Baru dan Unik Perayaan Syawalan di Jawa Tengah(foto : ANTARA)

Warga Pemalang memang seperti tidak memiliki acara khusus yang heboh menyambut syawalan seperti di Pekalongan. Namun, beberapa tahun ini, Warga Kaliprau Kecamatan Ulujami memiliki gagasan baru dengan menggelar acara bakar bandeng masal.

BACA JUGA :  3 Pengunjung Kafe Diamankan Polres Pemalang dalam Razia Tempat Hiburan

Acara yang diusung pada syawalan ini ternyata cukup memperoleh simpati dan partisipasi warga sekitar. Kegiatan yang mulai digelar setiap tahun ini bahkan berhasil meraih penghargaan MURI dengan peserta sebanyak 9936 orang yang menghabiskan dua juta ton ikan bandeng pada tahun 2015 lalu.

2. Tradisi Syawalan dengan Lopis Raksasa di Pekalongan

Lopis Raksasa di Kota Pekalongan
Lopis Raksasa di Kota Pekalongan (Foto: cintapekalongan.com)

Masyarakat Krapyak, Pekalongan, Jawa Tengah memiliki tradisi unik untuk menyambut Syawalan. Even pesta rakyat yang biasa digelar pada hari ketujuh bulan syawal, selalu tandai dengan lopis sebagai bagian ritual acara yang bersifat rutin itu.

Masyarakat menganggap, lopis merupakan simbol persatuan dan kesatuan masyarakat Krapyak Kidul. Konon, pembuatan lopis berawal dari pidato Bung Karno, yang isinya bahwa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa seperti halnya lopis.  Penganan lopis terbuat dari ketan, yang memiliki sifat lengket (saling menyatu).

Hebohnya lagi, terdapat kecenderungan baru dimana dalam pembuatan lopis ini selalu lebih besar dari tahun sebelumnya. Sekarang, pengadaan lopis sudah mencapai bentuk raksasa dan tahun ini menghabiskan bahan baku hingga 1,6 ton.

BACA JUGA :  10 Anggota Personil  Raih Penghargaan Dari PBTR

Selain itu, syawalan juga dihiasi pelepasan balon udara berukuran besar dan diiringi ribuan balon lainnya pada pukul 7 WIB. Tradisi pelepasan balon menurut cerita bermula dari seorang warga keturunan eropa yang bermukim di Pekalongan.

3. Tradisi Pelepasan Balon Di Magelang

Tradisi Pelepasan Balon Di Magelang
Tradisi Pelepasan Balon Di Magelang (krjogja.com)

Awal tradisi syawalan dilaksanakan di Masjid Agung Kauman Payaman. Pada perkembangannya, perayaannya diwarnai munculnya inisiatif warga berupa acara pelepasan balon.

Ratusan balon yang terbuat dari bahan plastik dan kertas itu dilepas mewarnai suasana syawalan atau lebaran ketupat di wilayah Payaman secang Kabupaten Magelang. Masyarakat berkumpul di komplek Masjid Agung Kauman Payaman, diantaranya untuk mengikuti pengajian di komplek makam Romo Agung Simbah Kiai Siraj yang berada di Masjid Agung Kauman Payaman.

 

Foto utama : (toxin88.blogspot.com)