Ini Empat Jenis Obat Virus Corona Yang Baru ditemukan ? Berikut Ini Daftar dan Penjelasannya
Gambar ilustrasi (mediakita.co)

NASIONAL, mediakita.coOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan hingga saat ini belum ada obat ataupun vaksin yang spesifik untuk menanggulangi virus Corona.

Di tengah kecemasan masyarakat dunia pasca WHO menetapkan virus corona sebagai pandmi global, kabar baik datang seperti memberi jawaban yang melegakan. Kabar baik itu datang seiring dengan sejumlah kabar bahwa kini telah ditemukan beberapa jenis obat virus corona.

Berikut kabar baik tentang telah ditemukannya obat virus corona. Setidaknya, ada empat varian dari sumber berbeda yaitu :

Pertama :

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat (AS), Dr. Anthony Fauci, menyatakan telah menemukan vaksin COVID-19. Dilansir CNBC, Kamis (12/3/2020), Fauci mengatakan uji coba penggunaan vaksin virus COVID-19 pada manusia akan segera dilakukan. Mungkin, bakal dimulai dalam beberapa minggu mendatang.

Sumber itu menyebut, Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS telah bekerja sama dengan perusahaan biotek Moderna untuk mengembangkan vaksin ini. Fauci mengatakan bahwa bakal vaksin itu mengandung bahan genetik yang disebut messenger RNA atau mRNA, yang diproduksi di laboratorium.

Menurut para peneliti di Institut Penelitian Kesehatan Kaiser Permanente Washington, MRNA adalah kode genetik yang memberi tahu sel cara membuat protein dan ditemukan di lapisan luar corona baru. MRNA menginstruksikan mekanisme sel tubuh untuk membuat protein yang meniru protein virus, sehingga menghasilkan respons imun.

BACA JUGA :  Wali Kota Tetapkan Solo Satus KLB Corona, Ini Yang di Tutup Dan Liburkan

Kedua :

Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa pengujian obat virus corona pada pasien dengan kasus parah telah menunjukkan hasil positif.

Sumber Kompas.com, dikutip dari Teheran Times, obat imunomodulator yang disebut “Actemra” yang diujikan pasien di rumah sakit Isfahan tersebut mampu meredakan sebagian gejala pada pasien. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpur pada Rabu (11/3/2020).

Pada uji coba pertama, mereka mendapati gejala virus telah menurun dalam waktu 48 jam setelah mengonsumsi Actemra. Kendati demikian, Jahanpour menyebut terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Selama beberapa hari mendatang, uji coba akan terus dilanjutkan pada pasien lain dengan diagnosis dokter.

Daftar obat nasional Jika obat itu benar-benar efektif, maka pemerintah berencana akan memasukkannya ke dalam daftar obat nasional. Menurut Jahanpur, obat yang sama juga telah menunjukkan hasil positif pada beberapa kasus virus corona dengan gejala parah di China.

Ketiga :

Sejumlah sumber menyebut kina bisa menjadi penawar ampuh bagi pasien yang terjangkit virus Corona (COVID-19). Kabar itu mengemuka setelah para pakar di Tiongkok melakukan uji klinis dengan memberikan klorokuin fosfat, kepada pasien positif corona di lebih dari 10 rumah sakit negara itu. Hasilnya, indikasi tingkat kesembuhannya cukup baik.

Senada dengan itu, Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran, Keri Lestari
menyebut kina yang di Indonesia dikenal sebagai obat malaria, kini bisa untuk corona.

Menurut Keri, studi yang dilansir US National Library of Medicine National Institutes of Health setidaknya menunjukkan 100 pasien corona berhasil disembuhkan.

“Klorokuin biasanya digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria dan berkhasiat sebagai agen anti-inflamasi untuk pengobatan rheumatoid arthritis dan lupus erythematosus” jelasnya.

BACA JUGA :  Ini Ciri Virus Corona, Cara Penularan dan Temuan Makanan Penangkalnya

Keempat :

Universitas Indonesia dan IPB University melakukan riset gabungan peneliti yang menawarkan daging biji buah jambu merah untuk menghambat wabah virus corona atau COVID-19. Penelitian multidisiplin antara kedua kampus itu menemukan senyawa protein paling cocok pada buah itu untuk menghambat virus patogen.

“Bagaimana proteinnya, kami punya daftar komponen yang bisa membuat virus menjadi lemah. Dari komponen ini yang langsung bekerja pada virus itu dan apa yang bisa digunakan itu sudah kami ketahui,” papar Dekan Fakultas Kedokteran UI, Ari Fahrial Syam, dalam konferensi pers di Gedung FKUI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/03/2020).

Menurutnya, hasil penelitian yang sudah didapat diaku masih pada tahap awal dan harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Proses selanjutnya yang ingin dilakuka adalah publikasi internasional lalu cari sokongan untuk uji coba pada sel, hewan dan manusia (klinis).

Terpisah, seiring dengan jumlah kasus infeksi virus corona yang terus bertambah di seluruh dunia, para ahli dari berbagai negara hingga saat ini belum bisa memastikan jenis vaksin atau obat yang efektif.

Mereka, para ahli, menyebut masih butuh waktu hingga vaksin yang ditemukan bisa dipatenkan dan digunakan secara global.

.

BACA JUGA :  Empat Meninggal Dunia, Lima Pasien Sembuh, Berikut Prosedur Bagi Pasien Corona Yang Sembuh

 

Dirangkum dari berbagai sumber

Oleh : Redaksi mediakita.co/01