Ini Harapan Para ‘Pasukan’ Garda Terdepan Covid 19 Kepada Pasien dan Masyarakat Indonesia

Bagikan Artikel

NASIONAL, mediakita.co Covid 19 dalam waktu sekejab telah mengubah interaksi sosial masyarakat dunia. Banyak negara telah melakukan penutupan akses keluar masuk negaranya dan di berbagai tempat telah dilakukan pembatasan jarak sosial. Masyarakat dunia memasuki cara baru dalam berkomunikasi dan berinteraksi.

Karena Covid 19 ribuan nyawa telah menjadi korban di seluruh dunia. Di balik derita yang sedang melanda dunia ada orang – orang yang paling berjasa. Mereka adalah para tenaga kesehatan yang bekerja tak kenal waktu dan mengabaikan kesehatan mereka. Ada pula yang telah menjadi korban keganasan virus paling mematikan tersebut.

Meski demikian mereka tak selamanya mendapat dukungan dan pengertian dari para penderita dan masyarakat. Mereka acapkali dianggap disudutkan, dianggap tak profesional dan tak bisa bekerja dengan baik.

Menanggapi hal tersebut Dr Erlina Burhan dari Rumah Sakit Persahabatan menyampaikan harapannya kepada pasien dan masyarakat. Menurut Dokter Ahli penyakit paru tersebut dalam kondisi seperti ini pasien dan masyarakat harus bisa mengerti dan memahami para tenaga kesehatan yang bekerja keras di lapangan. Karena mereka (tenaga medis) harus rela terpisah dari keluarga, tak menghiraukan keselamatan dan bekerja tanpa henti untuk menyelamatnya nyawa para penderita.

BACA JUGA :  Ini Kisah Makam Pangeran Purbaya dan Cikal Bakal Desa Surajaya Pemalang

‘Kami sebagai tenaga kesehatan butuh dukungan masyarakat agar dapat bekerja dengan maksimal di tengah kondisi yang sulit saat ini’ ungkap dokter berhijab tersebut”.

Terkhusus bagi penderita yang telah menjalani isolasi dirumah sakit Dokter Lina berpesan agar mengerti jika setiap saat tak bisa dijenguk  oleh dokter dan perawat.

Menurut Dokter Lina setiap tenaga kesehatan memasuki ruang isolasi harus memakai pakaian khusus (pakaian astronot) membutuhkan waktu mengenakkan pakaian tak kurang dari 15 menit. Disamping itu pakaian yang digunakan sekali pakai (disposible) dan harganya cukup mahal serta sangat terbatas.

‘Bagi para pasien yang menjalani isolasi bukannya kami tidak mau mengontrol setiap saat tapi perlu diketahui bahwa memakai pakaian astronot saja butuh waktu dan pakaian yang digunakan itu pakaian khusus dan sekali pakai. Harganya pun cukup mahal sekitar 250 – 450 ribu dan jumlahnya sangat terbatas. Banyangkan jika pasien meminta dijenguk dokter dan perawat setiap saat, berarti kita butuh pakaian yang cukup banyak sementara banyak sekali pasien yang perlu ditangani. Jadi kami berharap mengerti dan bekerja samalah’ ungkap Dokter Lina.

BACA JUGA :  OJK Berikan Penghargaan Untuk Simpel Jateng

Dan kepada masyarakat Dokter Lina berucap, ‘bantulah kami yang sedang bekerja tanpa henti dengan tetap tinggal di rumah sehingga pasien tidak terus bertambah. Berdoalah bagi kami dan berilah dukungan, percayalah kami tak mengabaikan siapa pun. Kami rela tak terpisah dan tak berjumpa dengan keluarga demi menolong saudara – saudara kita yang terinfeksi covid 19’.

Dalam berbagai kesempatan pemerintah dan berbagai pihak telah menyampaikan bahwa virus covid 19 harus dihadapi bersama – sama, saling membantu dan bergotong royong. Kita salut dengan sikap yang telah ditunjukkan oleh berbagai pihak yang menaruh simpati dan perhatian bagi tenaga kesehatan dengan mengirimkan karangan bunga dukungan di beberapa rumah sakit di mana para penderita covid 19 dirawat. Seperti yang terpantau di RS Persahabatan hari ini puluhan karangan bunga dukungan moral bagi para tenaga kesehatan yang bekerja tanpa kenal lelah. Berbagai kalimat dukungan dan doa tertera pada karangan – karang bunga tersebut. Tak hanya itu ada yang bergerak menggalang dukungan dana dan memberikan makanan dan peralatan pelindung diri bagi para tenaga medis yang bekerja tanpa lelah.

BACA JUGA :  Ini Dia Tiga Jawara E-sport Piala Kemerdekaan Mobile Legend Pemalang, Berikut Profilnya.

Bahkan dan kesempatan yang berbeda Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menteri Keuangan agar memberikan insentif keuangan bagi tenaga medis dan kesehatan yang bertugas menolong para penderita covid 19. Kita Harus bersatu memberi dukungan moral dan materi bagi pasukan garda terdepan covid 19 memerangi virus corona hengkang dari Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Next Post

Gara – Gara Rapid Test Covid 19, Fadli Zon kepada Presiden Jokowi: Sedang Bermimpi atau Menggigau?

Jum Mar 20 , 2020
Bagikan ArtikelNASIONAL, mediakita.co – Covid 19 dalam waktu sekejab telah mengubah interaksi sosial masyarakat dunia. Banyak negara telah melakukan penutupan akses keluar masuk negaranya dan di berbagai tempat telah dilakukan pembatasan jarak sosial. Masyarakat dunia memasuki cara baru dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Karena Covid 19 ribuan nyawa telah menjadi korban […]