Istimewa, Simbah Ini Sudah Berumur 107 Tahun Masih Jadi Tukang Sol Sepatu
simbah berumur 107

 

PEMALANG, mediakita.co – Selain dikenal sebagai Kota Grombyang, Kabupaten Pemalang juga memiliki berjuta cerita yang masih terpendam didalamnya,salah satunya datang dari simbah mulyono, tukang sol sepatu yang berumur 107 tahun.

Pria asal Kalibaros, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, ini sudah melakoni pekerjaannya sejak zaman penjajahan belanda.

“Tahunnya ya klalen, pokoknya sejak zaman londo datang ke sini, saya sudah bekerja menjadi tukang sol sepatu,” ujarnya.

Simbah Mulyono menuturkan, saat pertama kali bekerja menjadi tukang sol sepatu. Ia mengesol diemperan di pasar comal, cukup lama disitu kemudian, baru kemarin sekitar 10 tahun belakangan pindah ke Pemalang Kota. Minggu (5/2/2017).

“Dulu saya ngesol sepatu di emperan pasar comal, puluhan tahun saya dicomal.Baru kemarin sekitar 10 tahunan saya pindah kesini,” tuturnya.

Tak Hanya Sol Sepatu Saja

Di umurnya yang sudah sampai satu abad ini, Simbah Mulyono masih semangat untuk bekerja keras.Saat di temui tim mediakita.co, Ia tidak Cuma mengesol sepatu yang rusak tapi juga menjual beragam sepatu second, mulai dari anak-anak hingga sepatu untuk bekerja kekantor.

BACA JUGA :  10 Tenaga Medis di Pemalang Sembuh dari Corona Virus, Begini Kata Bupati Junaedi

“Nggak Cuma ngesol sepatu saja mas, saya jual juga sepatu. Yang ini untuk anak-anak sekolah, Lah yang itu sepatu untuk pergi ke kantor,” katanya.

Untuk sol sepatu harganya relatif sama dengan tukang sol lainnya, sedangkan untuk sepatunya, harga yang di tawarkan juga tidak begitu menguras dompet, kisaran dua puluh ribu sampai seratus ribu tergantung kondisi barang.

“Nek ngesol sepatu paling sepuluh ribu, misale pan ganti ngisoran (Alas) ya dua puluh ribu. Kalau sepatu yang ini buat kerja sekitar lima puluh ribu, itu yang untuk anak-anak empat puluh ribu. Itu juga masih bisa di goyang lagi sedikit mas,” katanya sambil tertawa.

Ia mendapatkan sepatu tersebut dari daerah Tegal, tepatnya daerah pagongan. Beberapa sepatu juga ia dapatkan dari Jakarta.

Ketegaran Hati Simbah Mulyono

Dirinya mengatakan walaupun sudah tua namun enggan untuk meminta ke pada orang lain, karena baginya, rejeki yang di dapatkan dari keringat sendiri itu lebih terasa nikmatnya.

“Walaupun saya sudah tua seperti ini, saya malu kalau untuk meminta kepada orang lain. Saya lebih sukakerja dengan hasil sendiri. Walaupun secuil, sing penting kerjane halal mas,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kasus Covid Salatiga: 1 Januari, Tambah Positif 7

Dalam satu hari, ia menuturkan terkadang mampu mengesol hingga sepuluh pasang sepatu, namun terkadang juga hanya mengesol tiga pasang sepatu.

“Tidak pasti mas, kadang orang ngesol dalam satu hari bisa sampai sepuluh pasang sepatu, kadang ya lebih sedikit, ini saja baru dapat tiga pasang sepatu, barangkali nanti sampai sore bisa lebih kalau tidak ya tetap tak syukuri,” pungkasnya.

Penulis : Fatah

Redaksi : mediakita.co