Jelang Akhir Masa Jabatan, Satu Dekade Idza-Narjo IPM Brebes Masih Paling Belakang

Jelang Akhir Masa Jabatan, Satu Dekade Idza-Narjo IPM Brebes Masih Paling Belakang
(Dok.humas Brebes) Foto Bupati Brebes Idza Priyanti dan Wakil Bupati Brebes Narjo.

BREBES, mediakita.co – Berbagai capaian yang diraih oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes yang di pimpin Idza-Narjo dalam beberapa bulan lagi akan berakhir Masa Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Brebes periode 2017-2022. Namun dalam satu dekade kepemimpinan Idza-Narjo, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selalu berada di urutan paling belakang di Jawa Tengah meskipun adanya peningkatan. Jum’at (21/10/2022). Jumlah penduduk dengan rata-rata harapan hidup rendah, salah satunya didasari jumlah penduduk miskin yang cukup tinggi.

Urutan IPM Kabupaten Brebes dalam 10 tahun terakhir hanya mengalami peningkatan 5,2 persen. Tahun 2012, saat Idza-Narjo mulai menjabat di periode pertama, IPM Brebes sebesar 60,92 persen. Tahun 2017, saat Idza-Narjo mulai menjabat di periode kedua, IPM Brebes sebesar 64,86 persen. Kemudian tahun 2021, berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah IPM Brebes meningkat menjadi 66,32 persen. Sedangkan untuk IPM tertinggi adalah Kota Salatiga 83,60 persen.

Bupati Brebes, Idza Priyanti mengakui bahwa IPM Kabupaten Brebes sampai saat ini masih berada di urutan terakhir atau buncit di Jawa Tengah. Namun demikian, dalam kurun waktu 10 tahun kepemimpinannya, kenaikan IPM Kabupaten Brebes sudah sangat besar. Karena jumlah penduduk yang sangat besar, maka peningkatan IPM tidak serta merta berada di urutan teratas.

“Dengan dukungan semua pihak, IPM Kabupaten Brebes sudah mulai menampakkan hasil. Termasuk SDM-nya, termasuk Pemkab Brebes dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, dalam peningkatan ekonomi.” Kata Idza Priyanti.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya (Pemsosbud) Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Baperlitbangda) Brebe, Rela Rahayuningsih mengatakan, mengurus jumlah penduduk yang besar, membutuhkan strategi tersendiri. Tahun 2012, jumlah penduduk Brebes sebanyak 1.748.510 jiwa dan saat itu IPM Brebes sebesar 60,92 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 364.900 jiwa.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut menjelang periode kedua tahun 2017, jumlah penduduk Brebes sebanyak 1.796.004 jiwa dan IPM saat itu 64,86 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 343.460 jiwa. Selanjutnya, tahun 2021 jumlah penduduk Brebes sebanyak 1.992.685 jiwa dengan IPM 66,32 persen dengan jumlah penduduk miskin ekstrem 314,950 jiwa. Ada 197.250 jiwa diantaranya masuk kategori miskin ekstrem dengan prosentase 10,34 persen.

“Jumlah penduduk Kabupaten Brebes sangat banyak dan butuh strategi tersendiri untuk mengurusnya. Jadi tidak bisa dibandingkan dengan kabupaten yang penduduknya sedikit dan wilayahnya kecil. Kendala untuk peningkatan IPM yang optimal memang di situ.” Ujarnya.

Kemudian Pemkab Brebes telah banyak melakukan intervensi terhadap desa-desa miskin terkait dengan upaya meningkatkan IPM. Salah satunya, perbaikan derajat kesehatan dengan berbagai program. Sektor pendidikan juga sudah ada program Dewasa Tidak Sekolah (DTS) dengan sekolah kejar paket A, B, dan C dan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

“Untuk indikator perekonomian, kami selalu membantu dengan berbagai program, baik bantuan modal UMKM, melibatkan warga miskin untuk menggarap proyek pemerintah dan lainnya. Kami juga sekarang ada program satu OPD mendampingi satu desa miskin yang masuk intervensi.” Ungkapnya. **

Pos terkait