Kata Mereka : Pilkada, Media Harus Netral?
Mustahil Politik Uang Hilang, Ganjar Pesimistis...

Mediakita.co – Bagaimana seharusnya media dalam momentum Pilkada seperti sekarang ini? Beginilah kata kalangan muda terkait bagaimana media semestinya.

Galang Kahar Paningkat, Ketua Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Pemalang (FPPMP), menilai masyarakat dalam momentum pilkada membutuhkan informasi yang berimbang. Media netral, Tidak berpihak kepada salah satu calon bupati (Cabup) dan wakil bupati  (Wabup) manapun, sehingga masyarakat tidak salah menangkap informasi yang ambigu.

“Memang Cabup Wabup butuh media untuk pencitraan, sehingga media dapat dikaitkan. Kalau media tak dapat netral maka masyarakat dengan sendirinya dapat menjatuhkan rasa tak percaya pada media tersebut,” ujarnya.

Masyarakat, lanjut Galang, sudah cerdas karena dapat memilih dan memilah  informasi. “Masyarakat dapat 100% tak percaya pada media jika berbohong, masyarakat dapat melakukan cek dan ricek sendiri,” tandas Mahasiswa jurusan PWK, UNDIP ini.

Madesta Dwi Hasani, siswa SMA, selama masa pilkada ini mencari informasi dari perkembangan sosial media seperti facebook, twiter, dan instagram. Dia menyayangkan bila pasangan calon tidak dapat bersaing secara sehat. “Masing-masing Cabup Wabup punya cara sendiri-sendiri untuk meraih simpati masyarakat, harus bersaing sehat. Media harus memberikan kesempatan yang sama kepada masing-masing kandidat, tidak berat sebelah,” tandasnya.

BACA JUGA :  Agung-Mansur Raup Suara Terbanyak di Pilkada Pemalang, Ini Kata Djunaedi

Kedua muda-mudi ini masih menilai negatif pertarungan politik semacam pilkada ini, meskipun pertarungan tersebut sah di era demokrasi ini.  Tetapi keduanya sepaham untuk memberikan hak politiknya, meskipun  terkadang pertarungan para kontestan menghalalkan segala cara.

“Saya akan mencari informasi yang menguatkan saya untuk menjatuhkan pilihan ke salah satu calon. Tidak akan saya golput,” ujar Madesta, diamini pula oleh Galang.