Keseimbangan dan Optimisme, Strategi Penanganan Covid-19 Ala Presiden Jokowi

NASIONAL, mediakita.co – Sekretariat Presiden melansir Pidato Presiden Joko Widodo terkait strategi penanganan Covid-19. Dalam tayangannya yang diungah Sabtu, 3/10/2020 Presiden menyampaikan, “Strategi Pemerintah sejak awal adalah mencari titik keseimbangan.

Saya tegaskan kembali bahwa kesehatan masyarakat, kesehatan public tetap nomor satu. Tetap yang harus diutamakan. Inilah prioritas, memprioritaskan kesehatan bukan berarti mengorbankan ekonomi.Karena kalua kita megorbankan ekonomi, itu ama saja mengorbankan kehidupan puluhan juta orang. Ini bukan opsi yang bisa kita ambil. Sekali lagi, kita harus mencari titik keseimbangan yang pas.”

Proses penanganan pasien Covid-19 saat ini di Indonesia mencapai tingkat kesembuhan sebesar 74.9%. bila dibandingkan dengan negara besar lain, maka penanganan di Indonesia jauh lebih baik.

Negara-negara dengan jumlah penduduk tinggi, Indonesia berada di urutan ke 23 per tanggal 2 Oktober 2020 terkait jumlah yang terpapar Covid-19
Negara Positif
1. USA : 7,495,139
2. India : 6,397,896
3. Brazil : 4,849,229
4. Rusia : 1,194,643
5. Kolumbia : 835,339
23. Indonesia : 295,499

Sementara, untuk jumlah kematian akibat Covid-19 dunia, tertinggi adalah Amerika,
1. Amerika : 212,665
2. Brazil : 144,767
3. India : 99,833
4. Meksiko : 78,078
5. UK : 42,202
27 Indonesia : 10,972

BACA JUGA :  Indonesia - Singapura Lanjutkan Pengembangan Kawasan Industri Kendal

Data dan Fakta Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pandemi Covid-19 secara global melumpuhkan sector perekonomian. Di antara negara-negara besar, dampak pertumbuhan ekonomi dunia pada kuartal II secsara umum mengalami penurunan. India dengan tingkat pertumbuhan terendah dengan -23.9% disusul Spanyol dengan -22.1%, Inggris -21,7%, sementara Indonesia turun dengan -5,3%.

Pertumbuhan ekonomi, di Kawasan Asia Tenggara, Kuartal 2 2020 terendah adalah Malaysia dengan -17,1%, Filipina -16,5%, Singapura -13,2%, Thailand – 12,2% dan Indonesia -5,3%

Di tengah kesulitan tersebut, pemerintah melakukaan refocusing anggaran dengan upaya untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan dan pertumbuhan ekonomi, dengan menjalankan beberapa program perlindungan sosial.
Program Perlindungan Sosial per 30 September 2020
Program yang dijalankan oleh pemerintah untuk menopang keseimbangan antara ekonomi dan dampak pandemic adalah dengan menjalankan program sebagai berikut:
No Program Alokasi Anggaran Penerima Manfaat
1. Prog. Keluarga Harapan (PKH) Rp 36,3 T 10 juta KK
2. Sembako Rp 32,4 T 19,4 juta KK
3. Bansos Tunai Sembako Rp 4,62 T 9 juta KK
4. Sembako Jabodetabek Rp 4,46 T 1,9 juta KK
5. Diskon Listrik Rp 6,97 T 31,4 juta Sambungan
6. BLT Non Jabodetabek Rp 25,54 T 9,2 juta KK
7. Kartu Pra Kerja Rp 19,46 T 5,48 juta orang
8. BLT Dana Desa Rp 12,28 T 7,6 juta KK
9. Bansos Beras PKH Rp 1,05 T 2 juta KK
10. Subsidi Gaji 13,98 T 11,65 juta orang
Dalam pelaksanaannya, Presiden sudah memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk dibukanya kran pengaduan. Di mana Pemerintah Daerah harus membuka kran pengaduan masyarakat terkait perbaikan kebijakan ke depan.

BACA JUGA :  Peringati HUT, Bara JP Salatiga Gelar Kegiatan Peduli Masyarakat Terdampak Covid

Dan, di penghujung arahannya, Presiden menyatakan, “Untuk mengatasi Covid-19 namun tidak membunuh ekonomi dan kehidupan masyaraat. Jangan ada yang berpolemik, jangan ada yang membuat kegaduhan-kegaduhan. Tentunya, apresiasi saya sampaikan kepada dokter, perawat,tenaga medis,TNI,Polri,ASN dan juga para relawan. Namun, tidak kalah penting adalah peran masyarakat untuk berubah, menyesuakan diri, menaati protokol kesehatan. Saya percaya jika kita saling melindungi, saling membantu, saling mengingatkan satu sama lain. Kita akan mampu mengatasi masa-masa sulit ini.”

Penulis : Harshan /mediakita.co