Ketum Relawan Jokowi Harap Mega Tidak Kaku Menanggapi Wacana Ganjar Presiden

Ketum Reima Sih Mirmantyo Anggonolukito
Ketum Reima Sih Mirmantyo Anggonolukito

NASIONAL, Mediakita.co,- Sikap kaku yang ditampilkan PDI Perjuangan sehubungan dengan berbagai wacana calon presiden dari internal partai tersebut, mendapat perhatian dari organisasi relawan pendukung Joko Widodo. Ketua Umum Relawan Indonesia Maju (REIMA) Sih Mirmantyo Anggonolukito secara tegas mengatakan Ganjar Pranowo adalah calon yang tepat menggantikan Joko Widodo.

“Selain terlihat dari berbagai survei, yang menempatkan Ganjar di posisi atas, komitmen Ganjar terhadap toleransi, kebinekaan, dan keberpihak kepada wong cilik, sudah sangat kuat”, ungkap Mirmantyo, saat ditemui Rabu (2/11/2022).

Mirmantyo sangat menyayangkan sikap kaku yang diambil partai PDI Perjuangan terhadap wacana Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Itu terlihat dari engannya Ketum PDI Perjuangan berbicara mengenai calon presiden, sikap keras kepada kader yang dianggap terlalu berlebihan dalam menyampaikan pendapat mengenai wacana calon presiden.

“Saya mengerti bahwa Ibu Mega telah diberi mandat oleh Kongres PDI Perjuangan untuk menentukan calon presiden dari PDI Perjuangan. Namun sikap pasif, dengan tidak berkomunikasi dengan publik minimal mengenai karakter calon pemimpinan nasional yang bisa diusung PDI Perjuangan, membuat banyak pihak berfikir bahwa Megawati hanya mendengarkan diri sendiri dan lingkarannya”, lanjutnya.

Sikap yang lebih elegan perlu ditampilkan Ketum PDI Perjuangan itu, kita harus merespon pandangan, usulan, dan harapan dari kader, mengenai sosok calon penganti Jokowi. Harapannya, kader merasa dihargai dan diwadahi usulan, pandangan, ataupun harapannya. Hal itu, menurut Mirmantyo, bisa mendorong citra partai menjadi lebih baik lagi, tidak hanya secara internal, pun juga secara eksternal.

“Bagi kami sendiri, membicangkan dan menyuarakan Ganjar Pranowo sebagai salah satu kandidat calon Presiden 2024, sangat penting. Jangan sampai nama beliau yang sudah tercatat teratas terus di berbagai survei hilang”, tandas Mirmantyo.

Pos terkait