Lancar, Pilkades Serentak E-Voting Di Pemalang Molor Hingga Malam Hari
Lancar, Pilkades Serentak E-Voting Di Pemalang Molor Hingga Malam Hari

PEMALANG, mediakita.co-Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan cara Elektonik Voting (E-Voting) serentak di 11 Desa yang tersebar dalam 10 Kecamatan se-Kabupaten Pemalang,  Jawa Tengah pada hari ini, Minggu (25/9), berlangsung lancar.

Meski demikian, di sejumlah desa jadwal pemilihan dan perhitungan suara kebanyakan molor hingga beberapa jam akibat dari sistem verifikasi pemilih yang ternyata memakan waktu cukup lama. Atas kejadian itu, panitia Pilkades di sejumlah desa harus melakukan pengunduran jadwal waktu pemungutan suara.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Pemalang, Wahyu Sukarno menyebut bahwa kemunduran waktu pilkades E-Voting ini sudah terprediksi.  Sehingga pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai opsi dan scenario agar pilkades dapat selesai sesuai harapan.

“ Kita sudah siapkan regulasinya, bisa dilakukan pengunduran waktu pemungutan suara dalam hal alat E-Voting tidak cukup waktu untuk menampung memilih,” jelasnya.

Selain itu, tambah wahyu, karena dalam prediksi kami akan mengalami kemunduran yang disebabkan oleh waktu verifikasi data pemilih yang butuh waktu lebih lama dibandingkan dengan proses-proses lainnya dalam pemilihan sistem E-Voting, maka untuk menjamin pilkades selesai telah ada antisipasi berupa penambahan alat verifikasi pada dusun yang Daftar Pemilih Tetap (DPT) nya banyak.

BACA JUGA :  Ganjar Pranowo: Berkampanyelah dengan Kemanusiaan, Kekeluargaan dan Persaudaraan.

Dari hasil pemantauan mediakita.co, pelaksanaan pilkades serentak 11 desa dengan sistim E-Voting di 10 Kecamatan se- Kabupaten Pemalang, hanya di Desa Kelangdepok Kecamatan Bodeh yang bisa berjalan tepat waktu. Selebihnya, pelaksanaan pilkades di sejumlah desa di Kecamatan lainnya waktunya mundur hingga tiba waktu malam hari.

Sejumlah sumber menyebut, setidaknya di Desa Ujunggede dan Desa Jatirejo Kecamatan Ampelgading dan Desa Beluk Kecamatan Belik hingga menjelang waktu magrib proses pemilihan belum selesai. Panitia menskors untuk sholat dan diselesaikan kembali setelah sholat magrib.

Sementara, kejadian serupa terjadi di Desa Banjaranyar Kecamatan Randudongkal, proses pemilihan hingga perhitungan suara selesai setelah waktu magrib. Padahal, di Desa ini hak pilih yang hadir sebanyak 2.281 hak pilih. Selisih sedikit atau sebanyak 123 pemilih lebih banyak dari Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, dengan jumlah pemilih 2.158 suara.

Meski diwarnai keterlambatan, sejauh ini seluruh proses Pilkades Serentak di 11 Desa dari 10 Kecamatan dengan sistim E-Voting dilaporkan dapat berjalan tertib dan lancar. Beberapa pemilih bahkan mengaku pemilihan moden E-Voting lebih enak dan mudah dari model pemilihan konvensional atau dengan mencoblos tanda gambar kertas.

BACA JUGA :  Peringati HUT, Bara JP Salatiga Gelar Kegiatan Peduli Masyarakat Terdampak Covid

Foto : Mokhamad Murdiyat