SukaSuka

Legenda Seri Kodhoba Pemersatu dalam Keberagaman Hingga Sinergi Membangun Desa Wisata

Kepala Desa Limau, Muhammmad Aleman

Halmahera Utara, Mediakita.co. Kekayaan keragaman hayati yang masih lestari dan terjaga di desa Limau , kecamatan Galela Utara menjadi penopang kesepakatan warga desa untuk berkreasi, berpikir cerdas dan kerja keras untuk membangun desa wisata. Telisik potensi dilakukan  bersama dengan beberapa pihak baik dari kalangan akademisi, World Vision Indonesia (WVI) Tobelo, maupun jajaran pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten.

Menurut Kepala Limau Muhammad Aleman, gagasan dan kesepakatan membangun desa wisata lahir dari semangat warga desa sendiri untuk menjaga kekayaan alam dan budaya desa setempat. Kesepakatan itu bermula dari keinginan bersama warga desa untuk melestarikan adat yang telah mempersatukan warga desa dari keragaman agama. Salah satu budaya yang dinilai mempersatukan warga Desa Limau adalah legenda Seri Kodhoba.

“Legenda Seri Kodhoba adalah cerita rakyat yang menghargai norma adat leluhur. Seri Kodhoba mengisahkan burung Elang yang memberi tanda telah tibanya musim ikan. Burung Elang disakralkan sebagai pertanda datangnya berkah yang melimpah bagi warga Desa Limau, juga pertanda keserakahan warga desa mengambil ikan sampai tidak lagi mampu memakannya. Timbunan ikan tangkapan warga yang mati dan terkubur tersebut membentuk sebuah bukit yang dinamakan Nao Maboousu yang artinya kuburan ikan. Kearifan Lokal inilah yang menjadikan Desa Limau sebagai desa budaya yang bisa diarahkan menjadi desa wisata dengan memadukan kekayaan potensi alam dan budayanya. Saat ini warga desa Limau juga mahir dan piawai dalam tarian Tokuwela, Bambu Gila, Cakalele dan Tide-Tide’ jelas Kades Muhamad Aleman lebih lanjut kepada mediakita.co.

Desa wisata yang sedang berproses tersebut diharapkan juga dapat mengupayakan kesejahteraan warga dalam membangun ekonomi komunitas, yang lebih memberikan peran masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ekonomi. Selanjutnya secara manajerial desa wisata tersebut akan dikelola oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang sudah terlembagakan di desa Limau. Antusiasme warga desa sangat besar menyambut rencana pengembangan desa wisata tersebut dan ini merupakan modal sosial yang sangat penting.

Muhamad Aleman juga menyadari bahwa untuk terwujudnya Desa Wisata tersebut perlu bersinergi dengan beberapa pihak untuk menyiapkan kerangka legalitas Peraturan Desa (Perdes), penyiapan pengetahuan dan ketrampilan warga desa melalui workshop  sampai pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Penulis: Paulus Triarso/Mediakita.co

 

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

Comments

comments

Sebulan, Polres Pemalang Berhasil Bongkar Tiga Kasus Narkoba

Sebulan, Polres Pemalang Berhasil Bongkar Tiga Kasus Narkoba

Kepala Dinas Perpustakaan Kaimana Resmikan Rumah Baca 1001 Senja yang Didirikan Oleh Gerakan Peduli Anak Bangsa