Netizen Sebut Ada Kesamaan Pola Antara Cara Membangun Anies dan Cara Para Pendukungnya Menyebar Hoaks
Haikal Hassan dan Anies Baswedan (Foto: Riau24.com)

JAKARTA, mediakita.co – Seorang netizen bernama Candra Asmara pemilik akun twitter https://twitter.com/Candraasmara85 menyebutkan bahwa ada persemaan cara kerja Anies Baswedan dengan pola kerja para penyebar hoaks.

Menurut pengamatannya pada pekerjaan Anies yang membangun lalu membongkar lagi mirip dengan para penyebar hoaks tulis dan sebarkan hoaks setelah ramai lalu meminta maaf.

‘Melihat ada banyak karya Anis yg dibuat lalu di bongkar lagi, jadi kepikir saya gaya Kadrun menyebar Hoax. Klo udah rame, hapus lagi. Adakah ini sbuah kesamaan jiwa & rasa di antara pendukung dgn yg di dukung?’ tulisnya pada akun twitternya.

Cuitan itu direspon netizen lainnya bahwa modus tersebut adalah upaya penyerapan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang tidak punya program.

‘Proyek Bongkar Pasang Adalah Dalam Upaya Penyerapan Anggaran Itulah Modus Kepala Daerah Yg Tidak Punya Program Kerja’ tulis akun twitter https://twitter.com/alex_hunter146

Cuitan Candra Asmara tersebut juga retweet ulang oleh penggiat sosial politik Ferdinand Hutahaean.

Seperti diketahui bahwa beberapa bangunan yang dibangun Anies di Jakarta setelah dibangun tak lama kemudian dibongkar lagi.

BACA JUGA :  Polisi Amankan 15 Travel Gelap Berpenumpang 113 Pemudik di Cikarang

Sebut saja salah satunya instalasi seni bambu Getah Getih yang dibangun di Bundaran HI Jakarta 2018 lalu dibongkar 2019 padahal bangunan tersebut memakan anggaran hampir satu miliar.

Sedangkan pendukung setianya yang menyebarkan hoaks lalu dihapus setelah ramai diperbincangkan adalah Haikal Hassan.

Pria yang akrab dipanggil Babe itu menulis diakun twitternya tentang hoaks pembatalan haji 2021.

Dalam tulisannya Haikal menyebutkan bahwa pembatalan pelaksanaan haji 2021 ada kaitannya dengan kedekatan Indonesia dengan RRC dan penahanan HRS.

Namun kemudian cuitan diakun twitternya tersebut buru-buru dihapus setelah ramai diperbincangkan dan membuat kegaduhan di masyarakat. Ia pun menyampaikan permintaan maafnya atas kebohongan yang disampaikannya itu.

Meski demikian atas perbuatannya tersebut ia dilaporkan kepada pihak kepolisian, sebab bukan kali ini saja ia menyebarkan berita bohong atau hoaks. (prb/mediakita.co)