Oxford dan Sinopharm Klaim Vaksin Corona Siap Edar Akhir 2020 dengan Biaya 2 Juta, Ini Tanggapan WHO 
Oxford dan Sinopharm Klaim Vaksin Corona Siap Edar Akhir 2020 dengan Biaya 2 Juta, Ini Tanggapan WHO 

NASIONAL, mediakita.co- Ditengah lonjakan kasus Covid-19, kabar baik datang dari perusahaan farmasi China National Pharmaceutical Group (Sinopharm). Perusahaan Farmasi yang tengah melakukan uji klinis tahap ketiga ini mengklaim vaksin yang tengah dikembangkannya siap digunakan publik pada akhir 2020.

Dilansir Guangming Daily, Petinggi Chairman Sinopharm Liu Jengzhen menyebut biaya untuk vaksin Covid-19 tidak lebih dari 1.000 yuan atau setara US$144,27 (Rp 2,1 juta) untuk dua kali suntikan.

“Vaksin ini tidak akan dijual dengan harga terlalu tinggi. Diperkirakan hanya akan menghabiskan biaya beberapa ratus yuan untuk satu kali suntikan, dan untuk dua kali suntikan biayanya kurang dari 1.000 yuan,” ujar Liu Jengzhen, Selasa (18/8/2020).

Sebelumnya, Universitas Oxford Inggris menyatakan klaim serupa. Menurutnya, vaksin antivirus Corona yang tengah dikembangkan diklaim siap produksi massal akhir 2020. Pasalnya, sejauh ini uji klinisnya menunjukan hasil positif, berhasil memicu antibodi hanya dalam waktu 28 hari.

Tanggapan WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersikap sebaliknya. Kepala Program Kesehatan Darurat WHO, Mike Ryan, menilai bahwa klaim vaksin siap edar pada akhir 2020 merupakan hal yang tidak realistis. Meskipun diakui  saat ini semua pihak berupaya mengerjakannya dengan ekstra cepat.

BACA JUGA :  Netizen Suarakan Tagar Save Spongebob, Ada apa?

“Saya rasa kita harus tetap realistis terhadap dua hal ini. Yang pertama soal waktu.Tak peduli seberapa keras kita berusaha, kita harus tetap memastikan vaksin-vaksin ini aman serta efektif, dan untuk itu kita memerlukan waktu,” ,” kata Ryan mengingatkan, seperti dikutip dari Evening Standard, Jumat (24/07/2020).

WHO sendiri memprediksi vaksin baru benar-benar siap tahun depan. Untuk itu, masyarakat juga diminta realistis terhadap ekspektasi atas vaksin itu, karena bisa jadi senyawa tersebut tidak seratus persen efektif.

“Kita harus menunggu dan melihat bagaimana kinerja vaksin itu. Seberapa efektif vaksinnya dan berapa lama proteksi yang ditawarkan,” jelasnya.

Ryan mengingatkan, selama menunggu vaksin benar-benar efektif ditemukan, setiap orang wajib melakukan protokol kesehatan demi mencegah penularan wabah COVID-19. Seperti dengan mencuci tangan, memakai masker, serta menjaga jarak.