Pemkot Solo Luncurkan Transportasi Massal

SURAKARTA, Mediakita.co,- Pemerintah Kota Solo meluncurkan 46 angkutan aglomerasi Batik Solo Trans (BST) koridor 1 dan koridor 2, serta 99 angkutan feeder di Pendapi Gedhe Sala, Balai Kota Solo, Selasa (29/12/2020). Dari 46 unit BST tersebut, 30 unit untuk BST koridor 1, dan 14 unit untuk koridor 2, dengan cadangan dua unit bus.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengharapkan, angkutan massal ini bermanfaat sebagai sarana transportasi yang murah, nyaman, dan cepat, untuk masyarakat Solo dan sekitarnya.

“Inilah salah satu komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam memberikan layanan transportasi terbaik untuk masyarakat umum. Pelayanan tetap mengacu pada protokol kesehatan dengan kenyamanan dan ketepatan waktu,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Solo Hari Prihatno mengatakan, angkutan massal jarak dekat yang menghubungkan antarbagian kota dengan daerah penyangga tersebut merupakan bantuan Kementerian Perhubungan, dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana Sistem informasi Angkutan Umum atau PTIS (Public Transport Information System), rambu, dan halte, yang dibangun Pemkot Solo.

“Sebagai penunjang mobilitas masyarakat kota Surakarta, dengan program by the service, Dinas Perhubungan menghadirkan pelayanan sistem transportasi yang terintegrasi dengan baik dan layanan prima untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat serta menunjang kegiatan perkotaan. Dan mulai hari ini, BST koridor 1 dan 2 bisa dinikmati masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Rekomendasi Bakal Calon Kepala Daerah PDI Perjuangan Akan Diumumkan Mulai Pekan Depan

Untuk saat ini, masyarakat bisa menikmati layanan BST tersebut secara gratis sampai ada kajian tarif dan Peraturan Pemerintah mengenai jasa pembayaran angkutan umum.

“Kami bakal berdiskusi dengan Wali Kota Solo terlebih dahulu berapa tarif yang sesuai untuk masyarakat Solo sesuai kemampuan masyarakat setempat,” terang Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani.

Sebagai informasi, Koridor 1 BST melayani rute Bandara Adi Sumarmo – Terminal Palur. Sedangkan Koridor 2 mengakomodir rute Palur – Panggung – Stasiun balapan – Yosodipuro – Kerten. Dalam kesempatan itu juga diperkenalkan sistem pembayaran cashless terbaru menggunakan e-money.