Pendaftar Bantuan Presiden Sektor UMKM Di Pemalang Membludak
Ilustrasi (Istimewa)

PEMALANG, mediakita.co,- Bantuan Presiden (Banpres) bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) digelontorkan kembali. Dan, untuk Kab. Pemalang melalui Dinas Koperasi Perindustrian, UMKM dan Perdagangan (Diskoperindag) Kab. Pemalang mencatat ada 35.732 pendaftar pada tahap atau gelombang pertama.

Diskoperindag selanjutnya membuka kembali pendaftaran tahap kedua dan tercatat sudah lebih dari 50 ribu pendaftar. Demikian disampaikan Dwi Hastuti Asta Wulan Kasi Permodalan dan Kemitraan, mewakili Kadiskoperindag Kab. Pemalang.

Disebutkan dalam keterangannya Selasa 20 Oktober 2020, bahwa jumlah 35.732 pendaftar pada tahap pertama sebanyak 32 ribu lebih yang telah menerima SK dari Kementerian Koperasi (Kemenkop). “Kami hanya menerima data penerima sesuai SK, selanjutnya kami beritahukan kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Untuk tahap kedua, sejumlah 50 ribu lebih sudah dikirim ke Kemenkop secara bertahap sebanyak 4 kali. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat pendaftaran tahap II berakhir sampai 26 Nopember 2020. “Kalau yang diterima berapa kami tidak berwenang, karena yang memverifikasi langsung dadi Kemenkop,” kata Wulan.

BACA JUGA :  Unra Ibu-Ibu ,Menolak Rencana di Bukanya Kembali Lokalisasi Ngesengan Kel.Pelutan Pemalang

Usulan Dari Daerah

Dijelaskan oleh Wukan, bahwa tugas Diskoperindag Pemalang hanya mengusulkan baik lewat online maupun manual ke Kemenkop. Dan pihak Kemenkop yang melakukan verifikasi dan hasilnya diberitahukan ke Diskoperindag dan bank penyalur dalam hal ini BRI dan BNI.

“Yang dari Kemenkop hanya penerima, yang dishare ke masyarakat yang diterima saja, yang tidak diterima tidak disampaikan. Intinya kami hanya mengusulkan daftar saja,” ucap Wulan. Lebih lanjut WUan menjelaskan, “Pendaftar diterima atau tidak bisa diketahui dari syarat, di antaranya tidak boleh ada pinjaman, sebab terkadang ada orang yang punya pinjaman di bank tetapi tetap mendaftar, harusnya orang tersebut tahu diri. Yang kedua saldo tabungan pada saat mendaftar kurang dari Rp. 2 juta, terutama pada pinjaman KUR di bank-bank penyalur,” paparnya.

Pendaftaran

Pendaftaran sebetulnya ada dua cara secara online dan offline. Kalau sudah dapat online diingatjan tidak perlu mendaftar offline. Sementara bagi warga yang tidak bisa mendaftar secara online, diajak untuk datang ke kantornya untuk dibantu petugas.

BACA JUGA :  Sampah Menumpuk di Sungai, Bukti Kesadaran Aparat Desa dan Masyarakat Mandiraja dalam Pengelolaan Sampah Masih Rendah

“Yang terjadi mereka yang pada tahap pertama tidak diterima akhirnya pada gelombang kedua ini ikut mendaftar lagi dengan harapan bisa diterima, disamping pendaftar baru, makanya jumlahnya banyak,” kata dia.Pendaftar yang diterima mendapat sekali bantuan sebesar Rp. 2.400.000 yang dibayarakan melalui Bank BRI atau BNI. Kebanyakan untuk Kab. Pemalang yang mengusulkan pedagang kecil, meliputi pedagang mainan, pedagang rujak, pedagang di kantin sekolah, pedagang keliling, bakso cilok dan lain-lain termasuk jasa cuci motor, ojol, rias manten dan lainnya.

Dan jumlah bantuan untuk tingkat Nasional kuota penerima bantuan sebanyak 3 juta orang.