Pendakwah Syekh Ali Jaber, Menjadi Korban Penusukan Saat Mengisi Pengajian

NASIONAL ko, mediakita.co – Tragedi penusukan terhadap Pendakwah Syekh Ali Jaber terjadi di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Ahad (13/9). Akibat penusukan tersebut, Syekh Ali Jaber mengalami luka bagian bahu kanan, hingga sempat dilarikan ke Puskesmas Gedong Air, Bandar Lampung.

Reaksi atas penusukan, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming mengutuk keras penyerangan kepada pemuka agama, dan minta pelaku untuk ditindak tegas. “Hukum seberat-beratnya penyerang kepada para ulama,” tegasnya, Ahad (13/9).

Potensial Memicu Konflik, Ali Saleh Muhammad Ali Jaber atau Syekh Ali Jaber sendiri adalah pendakwah dan ulama asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia. Syekh Ali Jaber mulai berdakwah sejak 2008, dan resmi menjadi WNI pada 2012.

Kehadiran Syekh Ali Jaber mendapat sambutan, baik masyarakat Indonesia karena dakwahnya yang menyejukkan. Penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits. Sejak saat itu, Syekh Ali Jaber mulai sering dipanggil keliling Indonesia untuk syiar Islam.

BACA JUGA :  Presiden Pastikan Segera Lantik Kepala UKP Pembinaan Idiologi Pancasila

Menurut Mardani, penyerangan terhadap pemuka agama sudah mengganggu ketenteraman masyarakat. Perbuatan tersebut bisa mengakibatkan merebaknya isu SARA. Perbuatan yang bisa mengganggu pelaksanaan ibadah. Karena itu, sambung Mardani, siapa pun dia apakah perorangan, kelompok, pemerintah harus bertindak tegas.

Lebih lanjut, menurut Mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalsel ini penyerangan ini bisa mengundang konflik di masyarakat. Ia meminta pelaku penusukan Syekh Ali Jaber dihukum seberat-beratnya. Karena menjadi ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penulis :Teguh Santoso