Peran HR dalam Upaya Meningkatkan Keuntungan Perusahaan di Masa Pandemi
Donny Abdi Nugroho, S.Psi., M.Si.

Kesuksesan suatu perusahaan dalam memajukan suatu busnis di saat krisis global seperti  sekarang ini tidaklah mudah, dibutuhkan strategi bisnis yang matang dan terukur  dalam mengelola managemennya.

Peran tersebut sebagai managing task dan managing people dalam pengendalian mutu Sumber Daya Manusia (SDM), serta dapat menjadi mitra strategik bagi semua user dalam memutar roda bisnis perusahaan, dari and to and proses. Tidak hanya itu, Human Resource (HR) berperan menerjemahkan strategic initiatives perusahaan atau suatu aktivitas perusahaan yang dilakukan oleh perusahaan dalam kurun waktu yang terukur untuk mencapai sasaran strategis yang telah direncanakan, sehingga mutlak dilakukan di semua bagian agar dapat di turunkan dalam bentuk aktivitas kerja ke sistem management kinerjanya (key performance Indicator) dengan kriteria dan objektif yang SMART (Specific, Measurable, Achievable,  Relevant, Time bound, dalam Management Review Nov 81, George T. Doran).

Lalu, dimana peran HR dalam situasi seperti ini? Dalam mengawal target bisnis, agar tetap bertahan dan bahkan sukses dalam meningkatkan market penjualan produknya hingga memperoleh laba disituasi yang sulit, maka HR mempunyai peran kunci.

Empat kunci peran HR dalam meningkatkan laba perusahaan di saat pandemik menurut penulis, yaitu: 1) Terlibat dalam mengevaluasi Profit and Loss perusahaan dan sistem regulasinya; 2) Mengotomatisasi sistem rekrutmen dan seleksi karyawan, payroll,  dengan teknologi, misalnya SAP, Software HR  supaya  cepat, tepat,  aman  dalam eksekusi dan pengambilan keputusan; 3) Melakukan dan mengevaluasi  Core Value Program, Pelatihan, Pengembangan, Management Improvement untuk meningkatkan pengetahuan, skill dan perilaku dalam  bekerja dan performance kinerja untuk melihat ROI dan Cost Saving produktifitasnya; 4) Menjalankan  Suplementary program dan  Employee Engagement.

Profit and Loss menjadi tolok ukur utama suatu perusahaan mencapai target sesuai dengan visi dan misi yang dibangun dengan sistem terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi, serta  melibatkan SDM yang bertalenta sebagai aset penting dalam membangun kesuksesan bisnis  perusahaan.

BACA JUGA :  Pimpinan Partai Bersatu lah...Lawan Corona!

HR dapat melakukan action dalam aktivitas dan kontribusinya di mulai dari memenuhi kebutuhan tenaga kerja (Man Power Planing) yang diperlukan untuk mengisi  posisi penting dari jabatan. Mulai dari proses mencari, menemukan dan mengajak calon tenaga kerja sebanyak-banyaknya melalui media sosial, elektronik, headhunter, dll, untuk di seleksi sesuai dengan culture perusahaan, persyaratan jabatan dan kompetensinya, hal yang menarik untuk melakukan perubahan system rekrutmen dan seleksi agar perusahaan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja nya dengan cepat, tepat serta aman di saat pandemi.

Penulis menyarankan  agar menggunakan aplikasi Human Resources Information System khusus, untuk Rekrutmen dan seleksinya  secara  daring  baik pengisian Biodata lamaran, CV pelamar, proses interview user on line, psikotes on line, tes kompetensi on line, konfirmasi  tes kesehatan diawal (rapid tes, swab antigen, PCR Swab), jika persyaratan kompetensi  di proses daring telah terpenuhi  baru di jadwalkan untuk seleksi  tatap muka atau luring yaitu tes kompetensi user, tes kesehatan tahap akhir dengan dokter perusahaan, jika lolos seleksi dilanjutkan dengan perjanjian kesepakatan kerja bersama serta dilanjutkan induksi karyawan baru beserta penjelasan struktur organisasi, job description, aturan perusahaan serta hak dan kuwajibannya sebagai tenaga kerja. Disaat perusahaan sedang growth, dengan system rekrutmen dan seleksi yang baru ini tidak menjadi penghalang bagi HR untuk berkontribusi serta berperan dalam pemenuhan tenaga kerja dengan kebutuhan yang banyak disaat pandemic.

BACA JUGA :  Terdampak Covid 19, Anggota DPRD Provinsi Lampung Bagikan Paket Sembako Kepada Masyarakat Kampung Bumi Ratu

Program pelatihan terjadwal baik core learning program, specific learning programe, generic learning programe dan pengembangan  serta management improvement disaat pandemic juga harus terus konsisten dan disiplin dilakukan untuk meningkatkan skill, pengetahuan dan perilaku kerja yang produktif dan efisien, guna mendorong minat pekerja untuk terus belajar dan mengembangkan potensi dirinya dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan, HR menjadi role model dan menjadi agen-agen  perubahan yang aktif dan positif sebagai mitra business, menjaga situasi kondisi perusahaan yang kondusif, menjaga situasi kerja yang menyenangkan.

Suplementary Learning (SL) program menjadi solusi program employe engagement, bekerja lebih menyenangkan serta menumbuhkembangkan rasa memiliki. Perusahaan sebagai sawah dan ladangnya untuk mencukupi kebutuhan hidup dan keluarganya. Program ini misalnya dapat dilaksanakan dengan kegitan sosial, wisata karyawan beserta keluarganya, celebration, family gathering, beasiswa pendidikan karyawan dan anak, seminar.

Tidak hanya itu, SL juga dapat diwujudkan dalam bentuk softloan kepemilikan kendaraan, koperasi karyawan, medical check-up, coaching and counseling psikologi guna memenuhi kebutuhan kesehatan mental pekerja, kegiatan olahraga, kegiatan keagamaan, klinik group musik dan vocal, pelatihan persiapan prapensiun prapurna bhakti, olahraga, bedah buku, perpustakaan perusahaan. Tujuannya,  untuk mendorong inisiatif karyawan untuk membagikan pengetahuan dan keterampilannya yang telah di pelajari kepada rekan sekerjanya dan oleh karena itu dapat bertumbuh bersama untuk mengembangkan kompetensinya masing-masing.

Dengan demikian, HR berkontribusi postif secara langsung dan tidak langsung dalam bisnis  dalam peningkatan laba perusahaan. Salam sehat untuk kita semua….

 

Penulis:

Donny Abdi Nugroho, S.Psi.,  M.Si.

Pegiat Sumber Daya Manusia, saat ini bekerja di salah satu perusahaan herbal terbesar di Indonesia.

Alumnus Fakultas Psikologi UKSW, Salatiga.