Presiden AS Joe Biden Menelepon Netanyahu dan Abbas, Ini yang Mereka Bicarakan!
Netanyahu, Biden dan Abbas (The Times of Israel)

INTERNASIONAL, mediakita.co – Presiden AS Joe Biden pada hari Sabtu mengadakan panggilan telepon terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Dikutip dari newsaf.cgtn.com berdasarkan rilis Gedung Putih, Biden menyatakan keprihatinan tentang meningkatnya konflik Israel-Hamas di wilayah tersebut. Ia juga menyuarakan dukungan untuk solusi dua negara.

Dalam percakapan telepon pertamanya dengan Abbas sejak menjabat, Biden menekankan perlunya Hamas menghentikan penembakan roket ke Israel.

Dalam percakapan itu  kedua pemimpin tersebut mengungkapkan keprihatinannya bersama bahwa warga sipil yang tidak bersalah, termasuk anak-anak, secara tragis kehilangan nyawa mereka di tengah kekerasan yang sedang berlangsung.  dirilis oleh Gedung Putih.

Biden menyampaikan bahwa AS berkomitmen untuk memperkuat kemitraan AS-Palestina. Biden juga menyoroti keputusan pemerintahannya baru-baru ini untuk memulihkan  kembali bantuan ke Tepi Barat dan Gaza yang diduduki Israel yang telah dipotong di bawah mantan Presiden Donald Trump.

Presiden AS juga menyampaikan keprihatinannya yang besar atas kekerasan antar komunitas di seluruh Israel. Dalam percakapan teleponnya dengan Netanyahu, mereka berbicara tentang keselamatan dan keamanan jurnalis dan memperkuat kebutuhan untuk memastikan perlindungan mereka.

BACA JUGA :  Game Of Thrones Dinobatkan Sebagai Drama Seri Terbaik Emmy Award 2019

Biden juga menegaskan kembali dukungan kuatnya terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri dari serangan roket dari Hamas dan kelompok teroris lainnya di Gaza.

Utusan dari AS, PBB dan Mesir sedang bekerja untuk memulihkan ketenangan karena baik Israel dan Hamas bersikeras mereka akan melanjutkan tembakan lintas perbatasan mereka. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada Minggu malam untuk membahas peristiwa terburuk kekerasan antara Israel-Palestina dalam beberapa tahun terakhir.

Tercatat sedikitnya 148 orang tewas di Gaza sejak kekerasan dimulai pada Senin, termasuk 41 anak-anak sebagaimana dilapor Reuters yang mengutip pejabat kesehatan di Gaza.

Kelompok militan di Gaza terus menembakkan rentetan roket yang menargetkan kota-kota di Israel utara, tengah dan selatan. Lebih dari 200 roket ditembakkan dari Gaza ke Israel dalam 12 jam terakhir, lapor Xinhua mengutip juru bicara tentara Israel. Israel telah melaporkan 10 orang tewas, termasuk dua anak.

Israel mengebom rumah kepala Hamas di Gaza pada Minggu pagi dan kelompok Islam itu menembakkan serangan roket ke Tel Aviv.

BACA JUGA :  Ingat Jenazah ABK WNI Dilarung ke Laut ? Polisi Temukan Bukti Perdagangan Orang

Jet tempur Israel pada hari Sabtu membom dan menghancurkan Menara Jala, sebuah gedung bertingkat tinggi di Kota Gaza yang menampung kantor Al-Jazeera TV dan Associated Press (AP) serta apartemen perumahan. Bangunan itu juga berisi aset militer milik kantor intelijen Hamas.

Presiden dan CEO AP Gary Pruitt mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, ‘kami terkejut dan ngeri bahwa militer Israel akan menargetkan dan menghancurkan gedung yang menampung biro AP dan organisasi berita lainnya di Gaza’ ucapnya. (Prb/mediakita.co)

Dukung dan like ya..