Problematika Pertanian

PEMALANG, mediakita.co- Pada bulan ini (Maret) para petani telah memasuki masa panen raya tanaman padi. Namun demikian, ada beberapa catatan yang disampaikan oleh para petani. Rabu (2/3/2022).

Para petani mengeluhkan biaya produksi yang relatif tinggi. Juga tentang kesejahteraan mereka.

“Jujur kami sangat berat untuk menggarap sawah, apa-apa serba mahal. Pupuk mahal, benihnya juga terus untuk obat-obatan harganya naik. Sedangkan kesejahteraan (pendapatan) kami tidak menentu,” kata Tarjo, Petani asal Desa Taman, Kacamatan Taman.

Diketahui, pendapatan riil seorang petani dalam perbulannya diangka 700 ribu rupiah. Artinya, per harinya hanya mengantongi 23 ribu rupiah.

Disisi lain, lahan pertanian juga terus berkurang. Banyak sawah telah beralih fungsi menjadi hunian (perumahan).

Bacaan Lainnya

Terpisah, Anggota DPRD Pemalang sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Wardoyo, menuturkan, banyak aspirasi masuk dalam sektor pertanian.

“Banyak aspirasi tentang biaya operasional pertanian yang tinggi. Kemudian saprodi (sarana produksi) yang semakin naik harga, miris rasanya melihat kondisi para petani kita,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah sudah seharusnya hadir ditengah mereka (petani).

“Sudah saatnya pemerintah daerah melalui dinas terkait mencarikan solusi masalah ini. Supaya petani kita dapat sejahtera,” ungkap Wardoyo.

Dalam data yang telah dihimpun mediakita.co, terdapat masalah tentang regenerasi petani. Saat ini rataan usia para petani adalah 65 tahun. Kelompok umur produktif dibawah 45 tahun justru enggan bertani.

 

Oleh: Arief Syaefudin

Pos terkait