Rampak Sarinah Tulungagung Berlatih Membatik Shibori

TULUNGAGUNG, Mediakita.co,- Berbekal kemandirian dan keinginan untuk menciptakan kemajuan, para anggota Rampak Sarinah Tulungagung mengadakan pelatihan membatik teknik Shibori. Pelatihan diadakan pada Sabtu (20/2/21) sejak pagi hingga sore.

Pelatihan diadakan di Sekretariat Rampak Sarinah, Jalan Botoran BaratGgang 2 No. 4 Tulungagung tersebut, diikuti oleh 20 peserta. Bertindak sebagai tutor adalah Kanti Rahayu yang juga Ketua Rampak Sarinah Tulungagung.

“Kegiatan ini untuk mengasah kreatifitas membuat produk bernilai ekonomi. Kami ingin para ibu bisa mengembangkan kapasitas kewirausahaan sehingga bisa mendukung ekonomi keluarga,” Kanti menjelaskan.

Peralatan yang dibutuhkan sangat sederhana dan tersedia dalam keseharian seperti kain primis, penjepit pakaian, pewarna kain, sendok, karet baskom dibawa masing-masing peserta.

Pelatihan berlangsung penuh kegembiraan, semua saling berkontribusi dalam suasana asih-asah-asuh. Keakraban makin terasa saat istirahat makan siang karena mereka saling bertukar bekal masing-masing yang dibawa dari rumah.

Wakil ketua Rampak Sarinah Astinawati mengingatkan agar para anggota aktif menjadi akselerator pelaksanaan protokol 3M di komunitas masing-masing.

“Sambil menunggu pelaksanaan vaksinasi nasional tuntas, kita harus berkontribusi konkrit agar penularan covid tidak memburuk di komunitas kita masing-masing,” ujar Astinawati.

BACA JUGA :  Institut Sarinah mendukung percepatan Pembentukan Permendikbud untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di PT

Menjelang sore, para ibu bangga menunjukkan hasil karya masing-masing berupa satu lembar kain mori untuk bahan taplak meja. Para peserta bersemangat melanjutkan pelatihan shibori untuk pembuatan produk-produk jadi lainnya misalkan baju, topi, sepatu, tirai, sprei, tas dan lain-lain sesuai minat masing-masing.

“Saya merasa gembira, melihat hasil karya sendiri. Saya berharap pelatihan-pelatihan mandiri untuk pengembangan anggota ini berlanjut. Siapa yang bisa apa menularkannya ke sesama anggota,” kata Mudrikah memberi kesannya.

“Saya mau melatih tata rias pribadi, tata rambut, cara berhijab untuk acara kondangan dan hijab harian, yang simpel agar kita makin pede dan dicintai anak dan suami,” kata Aliami, anggota Rampak Sarinah yang pengusaha salon kecantikan.

Eva Sundari, pendiri Rampak Sarinah menyatakan gembira dengan semangat tinggi para anggota untuk mengembangkan diri secara mandiri meski saat pandemi.

“Ini membanggakan, saya berharap kegiatan Rampak Sarinah Tulungagung dapat menginspirasi cabang-cabang di Kediri, Blitar, Surabaya, Sulawesi Selatan, maupun yang di Yogya. Insyallah mereka bisa menjadi para perempuan tangguh yang tidak membebani bangsa”, kata Eva Sundari, yang saat ini menjadi Direktur Institut Sarinah yang berkedudukan di Jakarta.