Ribuan Warga Pemalang Bubuhkan Tanda Tangan dalam Aksi Damai di Alun-alun

PEMALANG, mediakita.co- Sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai ‘Kerukunan Warga Penginyongan Pemalang,’ menggelar aksi damai penandatanganan dukungan. Aksi ini bertempat di Alun-alun Kabupaten Pemalang, Minggu (21/8/2022).

Kelompok ‘Kerukunan Warga Penginyongan Pemalang’ membentangkan kain putih dengan panjang 100 meter. Kain, kemudian dibubuhi tanda tangan ribuan masyarakat.

Tidak hanya melakukan tanda tangan, masyakarat juga ada yang menuliskan pesan dan harapan untuk Kabupaten Pemalang. Dari persoalan karyawan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) hingga infrastruktur dituliskan dalam kain putih yang dibentangkan ini.

Salah seorang warga bernama Susi Isnayanti (24) asal Desa Randudongkal, ingin Pemalang menjadi lebih baik dikemudian hari. Utamanya disektor perekonomian.

“Pemalang harus lebih baik dan bersih itu yang utama. Kemudian juga, pemerintah daerah lebih peduli lagi tentang perekonomian warga, salah satunya di UMKM,” kata dia.

Bacaan Lainnya

Warga lain asal Kelurahan Petarukan, Bambang Krisnindito (52), berharap adanya perbaikan infrastruktur jalan. Karena kondisi saat ini sangat memperihatinkan.

“Tolonglah jalan diperhatikan, diperbaiki. Jalan rusak itu sangat mengganggu bagi kami masyarakat untuk beraktivitas, menurut saya rusaknya jalan menghambat kegiatan perekonomian,” ujarnya.

Diketahui, kelompok ‘Kerukunan Warga Penginyongan Pemalang,’ dikoordinir oleh Rudi Adiyanto.

Saat mediakita.co, mewawancarai koordinator aksi, menyatakan, aksi ini adalah bentuk dukungan agar Kabupaten Pemalang dapat segera pulih pasca adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Aksi ini spontanitas, tujuannya adalah untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Pemalang agar segala pulih, tidak larut dalam kejadian OTT. Kabupaten kita tercinta ini, harus pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Pemalang lebih baik itu wajib dan bersih serta melayani itu harus,” tutur Rudi Adiyanto, Koordinator Aksi Kerukunan Warga Penginyongan Pemalang.

Masa aksi juga membacakan teks proklamasi. Bahwasannya Pemalang telah merdeka dari ‘Wong Sing Tegel.’

 

Oleh: Arief Syaefudin

Pos terkait