Syeikh KH Sirojuddin Ilyas Pimpin Ikhtiar Doa Bersama Membantu Negara Menanggulangi Pandemi COVID-19
Foto: Sulthonul Mursyid Syekh KH Sirojudin Ilyas Al-Arif Billah, Doa Bersama dilaksanakan dengan tujuan memohon kepada Allah agar pandemi COVID-19 diangkat dan dicabut dari bumi Indonesia
JAKARTA – mediakita.co. Wabah pandemi Covid-19 telah setahun lebih menimpa bangsa Indonesia dan dunia. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah juga berbagai negara di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan sempat dituduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump gagal menahan laju pandemi Covid-19. Salah satu ikthiar membantu pemerintah Indonesia yang kini bisa dilakukan adalah berdoa bersama untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Menurut Sulthonul Mursyid Syekh KH Sirojudin Ilyas Al-Arif Billah, Doa Bersama dilaksanakan dengan tujuan memohon kepada Allah agar pandemi COVID-19 diangkat dan dicabut dari bumi Indonesia. “Dengan harapan kepada Allah agar pandemi COVID-19 ini segara dicabut, diangkat dari bumi manusia Indonesia,” kata Gus Din, panggilan akrab KH Sirojudin Ilyas, saat berceramah di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, Minggu (4/4/2021).

Gus Din menjelaskan bahwa ikhtiar Doa Bersama dikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bupati, seluruh pemimpin pemerintah, para pimpinan ormas, serta semua masyarakat baik beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan lainnya. Doa bersama dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing, seperti masjid, gereja, pura, klenteng, secara serentak pada hari dan jam yang sama. Hal itu dilakukan sekaligus untuk tetap menjaga protokol kesehatan namun tidak kehilangan ikhtiar doa bersama yang penting dilakukan.

BACA JUGA :  Ada Nama Ahok Disebut Dalam Surat Wasiat Perempuan Teroris Mabes Polri

Lebih lanjut dijelaskan, karena pandemi ini menimpa seluruh golongan umat manusia, maka seluruh umat harus bersama-sama dalam berdoa. “Sehingga cara menghadapinya, model doanya serta memohonnya kepada Allah pun tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, tapi harus secara bersama-sama oleh seluruh bangsa Indonesia, khususnya masyarakat setempat secara serentak pada hari dan jam yang sama di tempat ibadahnya masing-masing,” ujar Gus Din.

“Ada saat sekitar 30 menit semua masyarakat menghentikan aktivitas dan hanya berdoa di rumah masing-masing,” tambah Gus Din.

Dijelaskan bahwa istighotsah yang dilakukan ada dua macam. Pertama, istighotsah yang dijalani golongan Salik dan istighotsah golongan Suluk. Jika dilakukan oleh Salik, maka teknisnya dari manusia (bawah) memohon kepada Allah (naik ke atas), sedangkan golongan Suluk, istighotsah merupakan perintah Allah SWT kepada hamba-Nya (dari atas ke bawah). Dengan kata lain seorang hamba menerima hidayah berupa perintah dari Allah. Selanjutnya penerima hidayah Alloh ini yang diperintah harus melaksanakan dengan cara menjelaskan, menyampaikan kepada masyarakat tentang doa bersama (istighotsah) ini beserta tata cara dan teknis pelaksanaannya.

BACA JUGA :  Warga Marah Makam Ditutup, Netizen Ke Anies: Kebijakan Ngawur, Kok Sibuk Nyari Perhatian Pakai Sorban Palestina

“Kita memohon kepada Allah agar doa bersama yang model kedua, Suluk, bisa menjadi vaksin COVID-19,” jelas Gus Din. (Redaksi mediakita.co)