Tak Tahan Diperlakukan Seperti ‘Binatang’, Warga Toraja Aksi Demo Di Kantor Bupati Jayawijaya Papua
Warga Minta Stop Kekerasan dan Pembunuhan di Papua

NASIONAl, mediakita.co – Masyarakat Toraja yang ada di Jayawijaya Wamena Papua tak tahan lagi diperlakukan seperti binatang setiap hari hingga menggelar demo di Kantor Bupati Jayawijaya.

Masyarakat Toraja yang bergabung dalam Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Wamena merasa heran dengan sikap pemerintah dan keamanan setempat yang seolah-oleh membiarkan kejahatan terjadi setiap hari.

Aksi itu dilakukan sebagai puncak kekesalan warga Toraja atas terbunuhnya dua warga asal Toraja beberapa minggu terakhir.

Kejadian terbaru menimpa seorang Ibu bernama Ida Patandianan yang tewas ditikam di kios miliknya, Kamis (31/03/2021) Sinakma Wamena Papua.

‘Tolong beri kami rasa aman untuk cari makan kami tidak datang untuk cari masalah, tidak datang untuk dibunuh, apakah kami juga harus melawan? Di Wamena ini tidak kurang Batalion ada, Dandim ada, Polres ada, Koramil ada, baru apalagi. Tiap hari kita dirampok, tiap hari kita dibunuh, bagaimana jaminan keamanan dari aparat yang ada disini’ ungkap salah seorang orator yang mewakili warga IKT.

Ia juga mengungkapkan bahwa perlakuan kekerasan yang mereka alami hampir setiap hari tetapi tidak pernah ditindak dengan tegas. Sebaliknya jika warga pendatang yang melakukan kekerasan karena melindungi diri, masyarakat asli Papua satu kampung datang menuntut denda.

BACA JUGA :  Siap..siap Arus Mudik Terapkan Ganjil Genap

‘Kalau datang di rumah kami pencuri jangankan kami bunuh kami lukai sedikit saja satu kampung datang meminta denda, baru hari ini kami dibunuh kami mau mengadu ke mana kalua tidak kepada pemerintah. Dan bukan baru kali ini sering, tiap hari ibu-ibu dirampasi tasnya, lalu dibiarkan seolah-olah ada pembiaran’ ungkapnya lagi

Dalam kesempatan itu para demonstran juga menyampaikan bahwa masyarakat Toraja adalah masyarakat beradap bukan masyarakat biadap.

‘Kami masyarakat Toraja masyarakat yang beradap bukan masyarakat biadap, Kami menghormati adat di sini tapi setiap hari kami dibunuh dan diperlakukan seperti binatang’ tutur orator dati IKT.

Aksi tersebut juga dihadiri kelompok Paguyuban Nusantara dan diterima langsung oleh Bupati Jayawijaya, Dandim, dan Kapolres Wamena

Meski sempat diwarnai insiden kecil hingga pihak keamanan harus mengeluarkan tembakan peringatan namun aksi tersebut dapat berakhir dengan damai. Pemerintah setempat telah menerima dan akan menindaklanjuti aspirasi warga tersebut. (Prb/mediakita.co)