Tragis, Karena “Siri”, Ayah Ini Tega Bunuh Anak Perempuannya Sendiri
Tragis, Karena "Siri", Ayah Ini Tega Bunuh Anak Perempuannya Sendiri

SULAWESI SELATAN, mediakita.co– Darwis (50), warga Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), di tangkap polisi karena kedapatan telah membunuh anak perempuannya sendiri, Rosmini (18).  Ironisnya, Darwis melakukan pembunuhan tersebut dibantu oleh kedua anak lelakinya,  Rahman (30) dan Suprianto (20).

Tak ayal, warga setempat dibuat geger akibat pembunuhan itu. Mengetahui warga geger atas perbuatan kejinya, Darwis lantas menyandera istri beserta 4 anak perempuan lainnya.

Tragedi ayah membunuh anak kandungnya sendiri ini dilakukan di area Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Bantaeng, pada Sabtu (9/5) lalu.

Dilaporkan, warga sempat mengaitkan kasus pembunuhan ini dengan ilmu hitam pelaku.  Darwis dan 2 putranya Rahman dan Suprianto juga berlagak gila saat ditangkap.

Kasubag Humas Polres Bantaeng Aipda Sandri Ershi mengakui pihaknya mendengar isu tersebut dari kalangan tetangga pelaku. Namun, polisi tidak begitu saja mempercayainya.

“Ya, tapi saya rasa jauh dari aliran sesat. Kita dalami, kita ndak bisa berandai-andai,” kata Sandri.

Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri menyebut pihaknya telah berhail mengungkap motif pembunuhan ini. Menurutnya, motif ketiga pelaku tega menghabisi nyawa Rosmini karena korban diketahui melakukan hubungan badan saudara sepupunya, Usman alias Sumang (45).

BACA JUGA :  Ketua Pemuda Bastem Sebut Wilayah Bastem Hanyalah ‘Anak Tiri’ dan Komoditas Politik Pemerintah Luwu

Perzinahan membuat ayah dan 2 kakak korban dianggap telah membuat siri. Siri adalah istilah Bugis-Makassar yang artinya merasa dipermalukan. Akibat siri inilah para pelaku gelap mata hingga tega membunuh korban.

“Korban dibunuh karena alasan siri. Karena korban berhubungan dengan Usman alias Sumang yang masih sepupu korban,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan para terduga pelaku beserta ibu dan saudari kandung korban yang sempat disandera, kata Wawan, tragedi itu bermula saat korban kerap pingsan di rumah.  Ayah korban lantas bertanya mengapa korban kerap pingsan.

Di desak ayahnya, korban mengaku telah melakukan perzinahan dengan sepupunya, Usman. Mendengar pengakuan korban, para pelaku murka.

“Keluarga itu marah karena korban ini dari gelagatnya, di H-1 (kejadian pembunuhan itu-red), sering pingsan-pingsan ceritanya. Didesak-desak keluarga, dia ceritakan berhubungan badan sama si Usman itu, ya keluarga malu, malu besar,” jelas  Wawan.

Dari pengakuan tersangka, kata Wawan, mereka sempat memanggil Usman atau Sumang untuk dimintai klarifikasinya. Namun, Usman tidak mengakui dan membantah pengakuan korban.

BACA JUGA :  Mengenal Wilayah Adat Basse Sangtempe, Simbol Pemersatu Antara Luwu dan Toraja

“Setelah dipanggil si Usman, Usman juga nolak akhirnya marah, sehingga itu, karena marahnya itu diselesaikan (digorok),” kata Wawan.