PEMALANG, mediakita.co- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang, memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometerologi.
Perpanjangan ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan terhitung sejak tanggal (6/2/2026).
“Direncanakan akan ada perpanjangan masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan,” kata Agus Ikmaludin Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang.
Alasan perpanjangan masa tanggap darurat, yaitu karena kondisi cuaca yang terus turun hujan dengan intensitas yang tinggi.
Selain itu, perpanjangan masa tanggap darurat bencana juga dipengaruhi faktor pemulihan fasilitas umum yang belum sepenuhnya berfungsi normal.
“Mengingat kondisi cuaca dan intensitas hujan yang masih tinggi, juga recovery fasum (fasilitas umum) belum sepenuhnya pulih, maka direncanakan masa perpanjangan tanggap darurat,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang Endro Johan Kusuma, menuturkan, bahwa saat ini sedang berlangsung pengerjaan kedarurat.
Salah satu aspek kedarurat yang sedang dibangun adalah jembatan bailey.
Untuk itu, Pemkab Pemalang memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana.
“Karena masih banyak pengerjaan kedarurat yang belum selesai dan juga yang masih kami (Pemkab Pemalang) lakukan,” jelas Pj Sekda Pemalang.
Terkait asesmen pascabencana, Pemkab Pemalang juga sudah melakukan dan melaporkannya ke provinsi dan pusat.
“Sudah, sudah selesai dan sudah dilaporkan,” ujarnya.
Sebagai informasi, wilayah terdampak bencana hidrometerolgi di Pemalang meluas, karena BPBD mendapat laporan kejadian banjir di beberapa titik.
Oleh: Arief Syaefudin










