PEMALANG, mediakita.co- Aktivitas vulkanik Gunung Slamet saat ini tengah mengalami tren kenaikan.
Bahkan status dari yang biasanya normal (level I) berganti menjadi waspada (level II).
Selain perubahan status, naiknya aktivitas vulkanik Gunung Slamet juga berpengaruh pada suhu kawah.
Saat ini suhu kawah di Gunung Slamet naik drastis lebih dari dua kali lipat. Semula sekitar 247,4 derajat, naik jadi 4,11,2 derajat.
Berdasarkan kajian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi, menyatakan ada kemungkinan potensi erupsi, mengingat naiknya aktivitas vulkanik Gunung Slamet.
Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat ada sejumlah ancaman bahaya apabila terjadi erupsi Gunung Slamet.
Salah satu wilayah terdampak jika Gunung Slamet erupsi adalah Kabupaten Pemalang.
Kabupaten Pemalang, khususnya wilayah Kecamatan Pulosari bisa terdampak abu dan hujan lumpur.
Selain itu, berpotensi terkena lontaran material pijar dari erupsi Gunung Slamet.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Agus Ikmaludin, meminta warga sekitar untuk tetap tenang namun terus waspada.
“Tetap tenang namun harus waspada serta mematuhi segala instruksi demi keselamatan bersama,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia juga berharap agar warga lebih bijak terhadap informasi.
“Jangan termakan info-info yang tidak jelas sumbernya, apalagi yang hoaks (bohong),” ungkapnya.
Tutup Jalur Pendakian
Pihaknya mengambil langkah untuk menutup semua jalur pendakian Gunung Slamet, khususnya yang berada di Kabupaten Pemalang.
“Semua jalur saat ini ditutup semua. Tidak ada aktivitas pendakian,” kata Agus.
Tim Ahli Turun Mengamati
Sebelumnya, pada hari Rabu (15/4/2026), tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah turun ke Kecamatan Pulosari.
Tim ahli tersebut, sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai stakeholder terkait.
Mereka pun memberikan sosialisi kepada perwakilan masyarakat yang hadir pada rakor tersebut.
Oleh: Arief Syaefudin











