Headline

Minggu, 19 April 2026
ajibpol
JAKARTA

Webinar: Ruang Aman Bagi Anak di Era Digital

JAKARTA, mediakita.co- Kementerian Komdigi bersama Komisi I DPR RI menggelar seminar online yang disebut dengan webinar, Rabu (15/4/2026).

Webinar itu secara garis besar membahas ruang digital, khususnya ruang aman bagi anak-anak.

Pembahasan webinar juga mengulas kesehatan mental anak.

Tidak hanya itu, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) juga turut diulas pada webinar.

Narasumber yang mengisi webinar ada 3 orang, yang salah satunya adalah Anggota Komisi I DPR RI.

Pada kesempatan ini, Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menjadi narasumber pertama.

Ia menjelaskan, bahwa kesehatan anak bukan hanya soal fisik, melainkan juga kesehatan mental.

Terkait PP TUNAS, kata dia dibentuk untuk menjaga kesehatan mental anak.

“Kesehatan mental anak menjadi fokus penting dalam implementasi kebijakan ini (PP TUNAS),” ungkapnya.

“Anak-anak yang hidup di era digital menghadapi berbagai tantangan baru seperti tekanan sosial, paparan informasi yang berlebihan, hingga risiko perundungan baik secara langsung maupun di dunia maya. Oleh karenanya, PP TUNAS memberikan perlindungan itu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Bandingkan Ahok Bangun 29 RSUD dan Anis Ganti Nama 31 RSUD, Rudi Valinka : Mana yang Modal Bacot ?

Selanjutnya, narasumber dari akademisi, yaitu Aditya Batara Gunawan asal Universitas Bakrie, menyampaikan bahwa pemerintah melalui kebijakan dan program yang mendukung perlindungan anak di ruang digital.

Termasuk melalui PP Tunas itu sendiri.

“Peraturan Pemerintah TUNAS, diharapkan tercipta sistem perlindungan anak yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Terakhir, Rosarita Niken Widiastuti, Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Dewan Pers membahas dampak perubahan pola interaksi anak, utamanya karena media sosial.

Anak yang terlalu sering menggunakan media sosial dapat menjadi kurang peka dan cenderung lebih fokus pada dunia virtual.

Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan karakter dan kesehatan mental anak jika tidak ditangani dengan baik.

Pihaknya juga mengimbau agar setiap kita bisa mengawasi anak mereka ketika bermedia sosial.

“Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua, guru dan masyarakat dalam membimbing anak menggunakan media sosial secara bijak,” bebernya.

Artikel Lainnya

Indeks Berita Memuat...Tidak Adal Lagi Postingan.