Atasi Desa Blank Spot Bupati Pemalang Gelar Pertemuan dengan Kominfo RI
PEMALANG – mediakita.co – Bupati dan Wakil Bupati Pemalang gelar pertemuan dengan Staf Ahli Menteri Kominfo RI Bidang Hukum, Prof. Dr. Hendri Subiakto (7/4/2021) beserta Jajaran Kementerian Kominfo. Acara yang didesain dengan welcome dinner tersebut bertajuk, ‘Mencari solusi blank spot desa untuk mewujudkan desa digital menuju Pemalang Kota Cerdas’.

Acara tersebut yang berlangsung di salah satu Hotel di Pemalang dihadiri pula Sekda Kabupaten Pemalang M. Arifin, Kepala OPD terkait dan beberapa jajaran Kominfo.
Dalam acara tersebut Bupati Pemalang, Agung Mukti Wibowo mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang strategis bagi Kabupaten Pemalang, khususnya dalam pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Berkaitan dengan itu, Ia menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran Diskominfo Kabupaten Pemalang dan seluruh pihak terkait, atas kerja keras dan inovasinya dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan acara tersebut.

Agung menuturkan pula bahwa kegiatan itu dapat menjadi pijakan yang kuat bagi keberlangsungan pembangunan daerah menuju Pemalang hebat seperti yang telah cita-citakan.
‘Kegiatan ini dapat menjadi pijakan yang kuat bagi keberlangsungan pembangunan daerah menuju Pemalang hebat seperti yang telah kita cita-citakan’ tutur Agung

BACA JUGA :  Kades Siremeng Beserta Tim Relawan Covid-19, Bagikan BLT DD Ke 190 Warga Dari Rumah ke Rumah

Selanjutnya secara singkat Agung memaparkan gambaran Kabupaten Pemalang lengkap dengan potensi yang dimilikinya. Seperti gambaran batas-batas wilayah, luas wilayah, jumlah desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Pemalang.
Terkait blank spot, Agung memaparkan bahwa masih ada 5 desa dari 222 desa dan kelurahan di Wilayah Kabupaten Pemalang yang masih mengalami blan kspot. Kelima tersebut adalah Desa Kebon Gede di Kecamatan Bantarbolang, Desa Gunungbatu di Kecamatan Bodeh, Desa Bodas dan Gapura di Kecamatan Watukumpul dan Desa Simpur di Kecamatan Belik.

Menurut Bupati, hal itu dapat dilihat dengan parameter sinyal jaringan Internet Service Provider (ISP) pada lokasi tersebut masih sangat lemah (jelek sekali). Meski demikian, sambung Agung, bukan berarti desa-desa yang tidak blankspot kualitas sinyal stabil, masih sering tidak mendukung komunikasi yang stabil.

Agung membeberkan bahwa masih ada 22, 2% atau sekitar 49 balai desa yang kualitas sinyal lemah. Menurut Agung hal itulah yang menjadi keluhan masyarakat pada umumnya karena tidak mendukung komunikasi data yang stabil.

BACA JUGA :  Gebrak Masker: Kemerdekaan Dalam Masa Pandemi

Sementara menurutnya kebutuhan data di jaman melenial in menjadi sebuah kebutuhan utama untuk komunikasi. Terkait hal itu Agung akan menyelesaikannya.

” Besok kita akan menggelar FGD untuk mencari solusi agar benar-benar tersolusikan permasalahan blan kspot di desa-desa terkait’ ungkap Bupati.

Agung menegaskan bahwa hal itu tersebut dilakukan untuk mendukung program unggulan Kabupaten Pemalang, yaitu Desa Digital, Desa Sinergi dan Desa Wisata menuju Pemalang kota cerdas.

Agung tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Staf Ahli Menteri Kominfo RI Bidang Hukum, Prof. Dr. Hendri Subiakto bersama dengan Direktur Utama BAKTI Kementerian Kominfo RI, Direktur Pita Lebar PPI kementerian Kominfo RI, Direktur Telekomunikasi PPI Kementerian Kominfo RI, Direktur Pengendalian Pos dan Informatika PPI Kementerian Kominfo RI dan Tenaga Ahli Telekomunikasi BAKTI Kominfo RI.

Ia mengharapkan, kehadiran mereka dalam acara tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dan memberi wawasan penting untuk mengatasi masalah blankspot di Kabupaten Pemalang.