Belum Ada Kesepakatan, Bupati Pemalang Turun Langsung Selesaikan Sengketa Tanah Antar Warga Di Petarukan

PEMALANG, mediakita.co- Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo didampingi Kapolsek Petarukan AKP Heru Irawan hari ini (15/3/2021), turun langsung menyelesaikan sengketa tanah warga yang melibatkan beberapa kepala di Desa Widodaren yang sempat viral di medsos. Dikabarkan bahwa pemilik tanah sengaja menutup jalan dengan tembok sehingga warga yang rumahnya tertutup bangunan tersebut tidak dapat mengakses jalan keluar masuk rumahnya sehingga harus memutar melalui sebuah selokan.

Bupati Agung saat meninjau langsung jalan yang tertutup bangunan tersebut mendengarkan penjelasan dari pihak yang menutup akses jalan warga tersebut. Pihak pemilik tanah menyatakan bahwa tanah untuk akses jalan tersebut ternyata adalah tanah milik pribadinya dengan menunjukan sertifikat kepada Bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati berjanji akan mempertemukan kedua pihak yang bersengketa di lain waktu dan tempat yang berbeda untuk kemudian segera dicarikan solusinya.

“Dari pertemuan kedua belah pihak di tempat yang berbeda, segera akan mencarikan solusi”, kata Agung.

Agung menyayangkan saat ini kedua pihak belum ada kata kesepakatan terkait sengketa tanah tersebut, namun pihaknya berjanji pada pertemuan berikutnya akan memberikan solusi kepada mereka yang bersengketa.

BACA JUGA :  Kepala Desa Gendoang Pemalang, Salurkan Bantuan Sosial Non Tunai ( BSNT) Provinsi Jawa Tengah Kepada 435 KK

Usai mendengarkan kedua pihak, Agung mengaku sudah dapat menyerap beberapa poin yang disampaikan, langkah selanjutnya pihaknya akan mengkaji permasalahan tanah itu, kemudian dalam waktu dekat akan membatu mereka dengan bantuan uang sebagai win-win solution.

Agung berharap, kepada pemilik tanah untuk menghentikan pembangunan dinding di atas jalan tersebut, karena apabila pembangunan terus dilanjutkan maka akan semakin sulit dalam penanganannya di kemudian hari, karena bangunan semakin tinggi serta sudah berdiri permanen.

“Kalau terjadi adanya perubahan pengurusan IMB maka akan digratiskan dan akan meninjau ulang serta menginginkan solusi yang diberikan agar menjadi acuan dalam penyelesaiannya”, Pungkas Agung.(Tgh/mediakita.co)