Coba Lihat, Perpustakaan Kuda keliling di Lereng Gunung Slamet Mendunia
Perpustaak kuda keliling mendunia

PURBALINGGA, mediakita.co– Luna si kuda pustaka keliling yang setia mengikuti jejak tuannya, Ridwan Sururi, membawa buku-buku untuk anak-anak di desa Lereng Gunung Slamet. Tujuan pertama Ridwan adalah sekolah, yaitu SD 5 Serang.

Sesampai di depan sekolah, sambil menunggu anak-anak istirahat, dia mulai menata buku yang dibawa di punggung Luna.

Yang menarik, hal tersebut tengah mendunia. Beberapa media asing seperti MSN, MalayOnline, AOL.com, Huffington Post turut memberitakan pria berusia 42 tahun yang karib disapa Ruri berkat perpustakaan kuda keliling miliknya.

“Ia berharap bisa mendorong anak-anak untuk membaca,”  dikutip dari Reuters, Jumat (23/10).

Tiga hari sepekan, Ruri dan Luna melakukan perjalanan membawa buku gratis untuk anak-anak. Ia berkeliling seputar pedesaan di Gunung Slamet.

“Tujuan dari perpustakaan ini untuk mendorong orang-orang membaca. Alasan mengapa saya menggunakan kuda karena menurutku bisa menarik perhatian anak-anak. Tanpa disadari, minat mereka dalam membaca akan tumbuh. Jadi, akan lebih mudah jika mendatangi mereka,” demikian ucap Ruri, dikutip dari Liputan6, Jumat (23/10)

BACA JUGA :  Muscab HKTI Pemalang Pilih Wardoyo Sebagai Ketua Baru

“Ini adalah ide yang baru mendorong anak-anak  tanpa akses mudah ke perpustakaan .. untuk membaca. Dan anak-anak sepertinya juga menyukainya.

Ruri mengaku seluruh buku di perpustakaannya merupakan sumbangan. Sementara kehadirannya dikenal dengan perpustakaan kuda.

“Aku sangat senang dengan perpustakaan kuda ini. Karena itu membantuku mendapatkan pengetahuan dan membantuku mengerjakan pekerjaan sekolah,” salah satu pelanggan anak-anak bernama Febriyan Eko Wiyanto.

“Sama sekali tidak ada biaya untuk ini, aku meminjam buku-buku secara gratis. Aku berharap koleksi bukunya bertambah dan anak-anak di desa ini akan membaca lebih banyak dan menjadi pintar,” timpal Neng Suryani.

Meskipun tingkat melek huruf di Indonesia sangat tinggi, penduduk setempat mengatakan anak-anak lebih tertarik menonton televisi.

Mungkin kunjungan rutin dari ‘perpustakaan kuda’ ini akan membantu anak-anak menjadi lebih gemar membaca.