Dituding Kudeta Ketum Demokrat, Muldoko Minta AHY Jangan Baperan!
Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko

JAKARTA, mediakita.co- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko meminta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) jangan baperan. Moeldoko bahkkan memberi saran, AHY hendaknya menjadi seorang pemimpin yang kuat.

“Saran saya, jadilah pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan, jangan mudah terombang ambing dan seterusnya,” pinta Muldoko dalam klarifikasinya, Senin (1/2/2020).

Muldoko juga membantah keterlibatan Istana terkait pernyataan AHY yang menyebut ada gerakan mengambil alih posisi ketua umum partainya secara paksa. Dia mengaku, bahwa hal itu merupakan urusan pribadinya yang tidak mewakili pihak Istana apalagi Presiden Jokowi.

“Jangan dikit-dikit Istana. Jangan ganggu pak Jokowi dalam hal ini. Karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali. Nggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini. Jadi, itu urusan saya, Moeldoko ini, bukan selaku KSP,” tegasnya.

Diceritakan, beberpa kali banyak tamu yang berdatangan. Sebagai Kepala Staf Kepresidenan sekaligus mantan Jenderal Panglima TNI, dia mengaku selalu terbuka dan tidak memberi batasan kepada siapa pun.

BACA JUGA :  Viral Pelajar STM Ikut Demo Dukung Mahasiswa

“Secara bergelombang mereka datang, berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa saya juga nggak ngerti. Berikutnya pada curhat tentang situasi yang dihadapi ya gua dengerin aja. Saya sih sebenarnya prihatin melihat situasi itu karena saya juga bagian yang mencintai demokrat,” jelasnya.

Muldoko menduga, munculnya isu rencana kudeta itu dasarnya foto-foto. Karena mereka yang datang dan bertemu dengannya kemudian ingin berfoto bersama. Tetapi jika hal itu menjadi persoalan, dirinya tak keberatan. “Ya silahkan saja. Saya nggak keberatan”.

Meski begitu, Moeldoko mengingatkan bahwa pertemuannya dengan beberapa kader Partai Demokrat tidak dinilai sebagai upaya kudeta. “Kalau ada istilah kudeta itu kan datangnya dari dalam, bukan dari luar,” jelasnya.

Sebelumnya, AHY menyebut ada pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Joko Widodo yang terlibat dalam gerakan “kudeta” dirinya dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat.

“Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo,” kata AHY dalam konferensi pers melalui akun YouTube Agus Yudhoyono, Senin (1/2/2021).

BACA JUGA :  PSI Dukung Revisi UU ITE untuk Merawat Demokrasi, Ini Penjelasanya.

Penulis : Tim Redksi/mediakita.co