Ganjar Pranowo: Berkampanyelah dengan Kemanusiaan, Kekeluargaan dan Persaudaraan.
Ganjar Pranowo Bersama Para Relawan

SEMARANG, Mediakita.co – Calon Gubernur Ganjar Pranowo menggelar buka bersama dengan para relawan di Posko Panser – Relawan Ganjar – Yasin, Jalan Pandanaran No 100 Semarang (4/6/2018).

Pria yang akrab disapa Mas Ganjar itu menyampaikan bahwa pencoplosan sudah semakin dekat, karena itu para relawan harus tetap solid dan terus bergerak.Pasalnya gerakan – gerakan untuk menhancurkan dan menghalanginya untuk menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah semakin gencar dilakukan dan tensinya semakin tinggi.

Meski demikian Mas Ganjar berpesan agar para relawan tetap santun menghadapinya. ‘Kalau dihujat jangan balas menghujat, kalau dicaci jangan membalas mencaci, jangan marah – marah’ pesan Ganjar.

‘Saya sering mendapat ucapan – ucapan negatif di medsos tetapi saya hanya jawab selamat berpuasa, dicaci lagi, saya hanya jawab selamat berpuasa’ lanjut pria berambut putih itu di hadapan para relawan.

‘Kita harus berkampanye dengan pendekatan kemanusiaan, kekeluargaan dan persaudaraan’ tegas pria alumnus UGM tersebut.

Ganjar pun berharap agar semua relawan memanfaatkan semua media sosial untuk melakukan sosialisasi karena itu yang paling efektif dan efisien. ‘Tapi ingat jangan marah – marah dan emosi’ pesan Ganjar lagi.

BACA JUGA :  Tidak Terima Istrinya Digosipkan koruptor, Basyir Ahmad Labrak Sekwan

Berkampanye Lewat Kuliner

Ungkapan, ‘pilih saya, pilih saya’ dalam berkampanye menurut Ganjar tak jaman lagi. Demikian pula dengan menggunakan isu – isu agama, suku dan ras. Masyarakat semakin cerdas dan pintar menentukan pilihannya, termasuk memilih pemimpinnya.

Karena itu ia memilih alternatif lain untuk mensosialisasikan diri kepada masyarakat. Kuliner dipilih Ganjar. Ganjar memilih kuliner untuk bersosialisasi dengan masyarakat karena menurutnya budaya makan itu akrab dengan masyarakat Indonesia. Semua orang bisa santai dan akrab saat sedang makan.

‘Berbicara tentang kuliner semua orang bisa santai dan akrab. Kuliner itu paling netral’ ungkap suami Siti Atiqoh tersebut.

Karena itulah dalam setiap lawatannya, setiap kali ia berhenti makan, baik di rumah warga atau di warung makan ia selalu mengabadikannya dan mengunggah ke media sosial miliknya. Sontak, akan mendapat like dan viewers puluhan hingga ratusan ribu.

‘Hitung – hitung sekalian promosi dan memperkenalkan kuliner Indonesia yang begitu banyaknya, syukur – syukur bisa menggerakkan ekonomi masyarakat’ ungkap Ganjar.

BACA JUGA :  Ini Asal Usul dan Misteri Kolam Tua Dalam Tradisi Sumpah Banyu Taman

Penulis: Piter Randan B