GMNI Pekalongan Ajak Mahasiswa Baru Untuk Ikut Berorganisasi

PEKALONGAN, mediakita.co – Dalam kehidupan kampus peran organisasi mahasiswa begitu vital, banyak studi menjelaskan tentang pentingnya berorganisasi saat masa perkuliahan. Memasuki masa Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru), Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Pekalongan mengajak para mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan agar bergabung kedalam GMNI, Senin (13/9/2021).

Menurut M. Mukhtar, Kepala Bidang Kaderisasi DPC GMNI Pekalongan, bahwa tujuan berorganisasi adalah melatih keberanian dalam berbicara dan berpendapat di depan umum. Selain itu, ikut di organisasi juga bisa berlatih mengenai problem solving, di organisasi juga bisa menjadi kawah candradimuka calon-calon pemimpin masa depan, serta benefit lain yang di dapat adalah memperluas jaringan.

“Mahasiswa yang ikut organisiasi biasanya mental bicara dan pendapatnya tinggi, solutif juga dan jaringannya luas. Yang terpenting juga bisa belajar kepemimpinan,” ujarnya pada mediakita.co.

Ia juga mengungkapkan pentingnya berorganisasi.

ajibpol

“GMNI tentu menjadi wadah yang tepat untuk berorganisasi. Di GMNI selain menjadi wadah, juga untuk melatih individu yang unggul, kita juga berbicara tentang kebangsaan, tentang lingkungan, tentang kerakyatan, dan bahkan tentang internasional. Jadi ikut organisasi sangat penting bagi mahasiswa,” ucapnya.

BACA JUGA :  Terungkap 409 Orang di Kota Pekalongan Terkena Penyakit Kaki Gajah

Di kampus IAIN Pekalongan sendiri mempunyai beragam organisasi mahasiswa (ormawa), antara lain, PMII, HMI, SMI, IMM, KAMMI. Yang membedakan GMNI dengan ormawa lain, bahwa GMNI sebagai organisasi mahasiswa memiliki ciri khas yang bernafaskan nilai-nilai nasionalisme, beranjak dari hal tersebut GMNI hadir untuk semua golongan, tidak membedakan suku atau agama apapun.

“GMNI itu beda dengan organisasi mahasiswa yang lain. Disini kami tidak tersekat baik agama ataupun suku,” katanya.

Mukhtar menambahkan “Yang membedakan GMNI dari ormawa lain, ada di ideologi organisasi. GMNI menganut Marhaenisme, yang lahir dari buah pikir Bung Karno, yang tidak hanya menjawab persoalan bangsa yang saat ini, lebih jauh Marhaenisme adalah jawaban untuk semua persoalan bangsa yang akan terjadi kedepan.”

Ia juga berharap para anggota dan kader GMNI IAIN Pekalongan memiliki semangat nasionalisme dan religusitas.

“Harapan saya kedepan dengan latar belakang kampus agama, para anggota  dan kader GMNI IAIN Pekalongan kedepan dapat memiliki nafas pergerakan nasionalis-religius yang mengintegrasikan gagasan nasionalisme Indonesia dengan ide-ide religiusitas iIslam dan nilai-nilai keagamaan. Dengan hal diatas tersebut keberagaman pemikiran di GMNI akan semakin kaya,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Sebut Pemerintah Pusat Kehilangan Wibawa, Netizen Ke Fadli Zon: Bukannya Bersatu Memikirkan Rakyat Malah Ribut Aja Di Medsos

 

Oleh : Arief Syaefudin