IDI Way Kanan Gelar Musyawarah Cabang

LAMPUNG, Way Kanan, Mediakita.co,- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Way Kanan mengadakan Musyawarah Cabang di Aula Dinas Kesehatan, Kamis (21/01). Musyawarah Cabang kali ini, mengusung tema, “Peran Strategis IDI Cabang Way Kanan, Dalam Membangun Kemandirian, Meningkatkan Ketahanan”. Rencananya akan dilakukan pemilihan ketua serta kepengurusan baru IDI Kabupaten Way Kanan.

Bupati H Raden Adipati Surya, S.H., M.M., bersama Kepala Dinas Kesehatan Anang Risgiyanto, S.KM., M. Kes., serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Lampung Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes. turut hadir dalam acara itu.

Saat memberi sambtan, Adipati mengucapkan selamat datang kepada para tamu di Kabupaten Way Kanan “Bumi Ramik Ragom”. “Selamat datang kepada para pengurus IDI Provinsi Lampung di Kabupaten Way Kanan. Dengan adanya kepengurusan IDI yang aktif diharapkan dapat lebih fokus dalam pelakuan perannya masing-masing. Tentunya Peran IDI ini sangat strategis untuk bidang kesehatan di Kabupaten Way Kanan ini,” jelasnya.

Adipati juga ingin mengajak IDI untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Way Kanan dalam bidang kesehatan. “Saya juga bangga dengan kemajuan kita dalam bidang kesehatan. Walau memang masih ada beberapa kekurangan, namun masih tetap ada pergerakkan dan tidak hanya diam saja,” terusnya.

BACA JUGA :  Polsek Petarukan Amankan 19 Tempat Pelantikan Perangkat Desa Se Kecamatan Petarukan

Masih kata Adipati, “Saya mohon untuk Pemerintah dan IDI cabang Kabupaten Way Kanan untuk tetap bergandeng tangan dalam hal memajukan Kabupaten Way Kanan ini,”.

Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes, ikut memberikan penjelasan dalam acara itu. “Pandemi covid-19 sampai dengan hari ini kasusnya meningkat serta korban terus berjatuhan. Lebih dari 500 tenaga kesehatan yang meninggal termasuk 200 dokter sudah meninggal,” terangnya. Asep berharap agar para dokter tetap jalankan protokol kesehatan dan tidak lengah.

Ketua IDI Provinsi Lampung tersebut juga menjelaskan terkait program vaksinasi. “Memang ada banyak suara miring terkait vaksinasi ini. Tapi kalau kita tidak mau kitanya harus bagaimana lagi. Sedangkan pemerintah sendiri telah menganggarkan juga. Jadi bukan hanya kesehatan dan sudah masuk ke dalam masalah ekonomi. Seperti yang dikatakan bupati sebelumnya bahwa vaksin ini termasuk ikhtiar kita,” pungkasnya.

“Muscab ini juga termasuk pengambilan keputusan penting. Jadi teman-teman harus memanfaatkan hal ini dengan sebaik-baiknya. Dari keberagaman, kita bisa membangun dan bersatu. Serta kita bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Way Kanan. Apalagi jumlah dokter di kabupaten ini cukup banyak,” tegasnya. (rmn/Mediakita.co).