PEMALANG, mediakita.co- Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Pemalang terus menurus mengalami perbaikan, Kamis (23/4/2026).
Perbaikan IKLH Pemalang tercermin dari tren kenaikan nilai pada kurun waktu tiga tahun terakhir, terhitung dari 2023 sampai dengan 2025.
Nilai IKLH Pemalang pada tahun 2023, yaitu 66,15 kemudian tahun berikutnya (2024) adalah 66,81 dan terakhir melonjak menjadi 72,49 ditahun 2025.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemalang, Ahmady Stiawan Widatmojo, menerangkan, faktor yang mengerek naik IKLH adalah Indeks Kualitas Air (IKA).
“Salah satu komponen yang memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan IKLH adalah Indeks Kualitas Air (IKA),” terangnya.
Ia mencatat lonjakan signifikan nilai IKA pada tahun 2025.
“Tahun 2025 itu ada lompatan, nilai IKA menjadi 75,14 dari sebelumnya yang berada diangka 50-an,” ungkap Ahmady.
Namun demikian, pterjadi penurunan pada Indeks Kualitas Udara (IKU).
Kepala DLH Pemalang, menyebut, IKU tahun 2025 hanya diangka 75,11.
“Sebelumnya (2023) itu 85,49 dan tahun 2024 itu 92,83,” tuturnya.
Meskipun turun, nilai IKU yang diraih Kabupaten Pemalang, masih berada pada kategori yang baik.
Selain itu, pada penilaian komponen lain melalui Indeks Kualitas Lahan (IKL) juga mengalami tren kenaikan.
“2023, nilainya naik, terus 2024 terkoreksi sedikit, tapi 2025 melesat naik diangka 63,08,” kata Ahmady.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Pemalang saat ini memiliki misi ‘RHAPSODI’ yang merupakan akronim dari Resik, Hijau, Apik, Silaturahmi, Organisatoris, Digitalisasi dan Ikhlas.
Dari misi itu, tiga diantaranya ‘RHA’ menjadikan urusan lingkungan sebagai prioritas.
Secara khusus, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, membuat gerakan bersih-bersih yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selain itu, Pemalang pun terus menggalakkan gerakan menanam di berbagai tempat, mulai dari sepanjang daerah aliran sungai, area mata air dan tempat-tempat lain yang relevan.
Oleh: Arief Syaefudin











