Inilah Modus HS Menggelapkan Motor Korbannya

Mediakita.co – Polsek Pemalang, Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah berhasil meringkus pelaku tindak penipuan dan penggelapan sepeda motor Yamaha Vega RR yang menggunakan modus baru di Sungapan, Minggu (24/12).

Tindak penipuan yang dilakukan oleh HS alias DN  pada hari Sabtu (18/12) menggunakan modus yang terbilang baru.

Pelaku datang ke rumah korban, Didi Amin, di kelurahan Paduraksa, Pemalang dan mengaku sebagai guru Olah Raga SD 2/3 Sungapan.

“Pelaku yang mengaku sebagai guru Olah Raga memesan kusen dan pintu untuk pembangunan 2 kelas di tempatnya mengajar. Setelah harga disepakati sebesar Rp 38 juta, tersangka meminta agar pesanannya diantarkan ke sekolah pukul 12.30 WIB,” jelas Kanit Reskrim Polsek Pemalang, Ipda Edi.

Korban kemudian mengantarkan pesanan HS. Sesampainya di sekolah, korban bertemu lagi dengan pelaku. Dengan beralasan mau menjemput Kepala Sekolah untuk melakukan pembayaran, tersangka meminjam motor korban.

“Tanpa rasa curiga, korban menyerahkan kunci kontak sepeda motornya,” jelas Ipda Edi.

Pelaku kemudian membawa motor korban yang ditinggal sendirian di sekolah.

BACA JUGA :  Trending: Temui Ribuan Demonstran di Depan DPRD Jateng, Ganjar Tuai Pujian dan Dukungan dari Warga Net.

“Pada saat menunggu di sekolah ini, korban bertemu dengan Tama dan Darwati. Mereka kemudian ngobrol karena korban dan Darwati ternyata saling mengenal,” tutur Ipda Edi.

Setelah 1 jam menunggu, korban menghubungi tersangka yang ternyata tidak aktif. Korban menanyakan perihal guru Olah Raga di SD 2-3 Sungapan kepada Darwati.

“Ternyata jawaban Darwati mengejutkan korban. Menurutnya di sekolah tersebut tidak ada guru Olah Raga yang bernama Doni,” sambung Ipda Edi.

Sadar dirinya telah menjadi korban penipuan, Didi Amin melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Pemalang.

“Menanggapi laporan tersebut, Kami langsung bergerak cepat dan akhirnya berhasil meringkus pelaku pada hari Minggu (24/12),” tambahnya.

Menurut keterangannya, sepeda motor tersebut telah digadaikan kepada orang lain. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 7 juta.