Kebingungan dan Harus Bayar, Kisah Keluarga Meninggal Covid-19 di Pemalang Jawa Tengah

PEMALANG, mediakita.co – Sudah jatuh tertimpa tangga, satu lagi kisah kebingungan warga saat mengurus keluarga yang terkena covid-19. Kerepotan dari sulit mendapat rumah sakit hingga sulit mengurus anggota keluarga yang akhirnya meninggal akibat Covid-19 di Pemalang Jawa Tengah.

Kejadian yang dialami Jully Kantari warga Kelurahan Mulyoharjo Kabupaten Pemalang Jawa Tengah itu awalnya tersiar melalui facebook. Cerita tentang proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Kelurahan Mulyoharjo Pemalang bayar Rp 1,5 Juta.

Dalam postingannya akun Jully Kantari selain menceritakan terkait biaya pemakaman jenazah pasien Covid-19 juga membagikan kisah kesulitannya mencari rumah sakit di Pemalang saat anggota keluarganya kritis akibat Covid-19.

“Belum untuk Pak lebe yang menyolati, Adzan, Iqamah dan Talqin, dan itu semua harus ditanggung keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia”, kata Jully Kantari dalam postingan Facebooknya, Minggu (11/7/2021).

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=4436806173048647&id=100001579232613

Lebih lanjut menurut Jully ia cerita malam saat proses pemakaman membawa uang Rp. 1,5 Juta untuk Pak Lebe Rp. 200 Ribu, namun dari kelurahan biasanya untuk lebe Rp. 300 Ribu. Untuk penggali kubur Rp. 1,5 Juta. Adapun pemakaman malam itu juga membayar buat genset untuk lampu penerangan.

Kesulitan Mendapat Rumah Sakit

Kepada mediakita.co Jully Kantari menjelaskan awalnya keluarganya di vonis Covid-19. Cerita dimulai sejak korban periksa di Puskesmas pada tanggal 21Juni 2021, setelah pemeriksaan pasien terus menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah. Kemudian pada 8 Juli 2021 pasien mulai merasakan nafas sesak. Pasien BS (25) di minta periksa lagi ke Puskesmas namun tidak mau dikarenakan badan sudah lemas. Hingga akhirnya pada Sabtu Jam 12 nafasnya sudah sesak sekali sehingga langsung di bawa ke Klinik Zainab, dari situ dikasih rujukan ke Prima Medika. Tetapi kemudian korban di bawa ke Rumah Sakit Harapan dimana pada saat itu disana oksigen habis. Pasien pun tidak bisa dirawat disana.

BACA JUGA :  Pohon Tumbang Timpa Pengendara Mobil Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang
(Pemakaman Jenazah Covid 19)
(Foto : Pemakaman Jenazah Covid 19)

Akhirnya pasien dibawa lagi ke RS Santa Maria namun disana ternyata tutup sementara pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 07.00 – 14.00 WIB dikarenakan ada perawat yang meninggal karena Covid -19.

Pasien kemudian berhasil dibawa ke RS Prima Medika di Ruangan IGD. Namun tak tertolong lagi dan akhirnya korban meninggal jam 15.30 WIB Sabtu sore.

Pihak rumah sakit menawarkan apakah mau pemakaman proses Covid-19 atau tidak kalau tidak dari Kelurahan harus tanda-tangan karena harus tanggung jawab. Akhirnya keluarga mengikuti prosedur Covid-19.

Jully menerangkan kondisi saat itu.

“Untuk pemakaman gimana, dokter menjawab kordinasikan ke pihak kelurahan, terus saya pun laporan ke kelurahan bahwa keluarga saya meninggal karena Covid-19 dan untuk mengurus pemakamanya gimana”, terangnya.

Prosesi pemakaman anggota keluarga yang terkena Covid-19 pun harus diurus. Jully menceritakan awalnya minta teman dan temannya sudah mengurus kesana (ke kunci-nya) dia menerngkan kalau yang penggali kubur mintanya Rp. 1,5 Juta, dimana itu juga belum termasuk menyewa genset dan lampu penerangan, tidak bisa kurang segitu. Udah pas mas ungkapnya.

BACA JUGA :  Reskrim Polsek Randudongkal Ungkap Pencurian di Desa Kreyo Pemalang

Akhirnya ia mendengar dari tetangga bahwa di TPU lain yakni TPU Ancak Suci biayanya lebih murah sekitar Rp. 1,2 Juta. Setelah disana ternyata di TPU Ancak Suci juga sama biayanya Rp. 1,5 Juta. Ia kesana bersama orang kelurahan.

Tak selesai disitu karena ternyata ketika sampai disana ia juga masih harus menunggu pemakaman Covid-19 lain, yang sore harinya mau dimakamkan tetapi ternyata sampai malam.

Saat Jully datang kesana penggali kubur tersebut sampaikan (ternyata makam yang sudah pesan tadi sore) sudah di makamkan di TPU lain yaitu TPU Sewaka.

Liang lahat yang batal dipakai akhirnya bisa dipakai untuk pemakaman anggota keluarganya. Dari pihak Pemdes sebenarnya sempat bilang ke penggali kubur kalau warganya orang tidak mampu dan minta tolong harganya di kurangi.

Pada akhirnya diminta untuk nego langsung ke penggali kubur.

“Ya sudah mau berapa pak” tanya Jully.

Akhirnya ke penggali kubur Jully membayar Rp. 1 juta untuk pemakaman anggota keluarganya yang meninggal akibat Covid-19.

Sampai dengan berita ini tayang belum ada konfirmasi dari Kades Mulyoharjo untuk menjelaskan kejadian tersebut. (Andris/mediakita.co)